Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Ogoh Ogoh di Bali

656 Ogoh-ogoh Akan Diarak di Denpasar dan Badung Saat Pengerupukan, Ini Hasil Rakor di Polresta

Sedikitnya ada sebanyak 656 Ogoh-ogoh yang bakal diarak dengan pawai di jalanan seputaran Kota Denpasar dan Badung

Tayang:
Istimewa/Polresta Denpasar
RAPAT - Rapat Koordinasi Kesiapan Pengamanan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri di Gedung Pesat Gatra Polresta Denpasar, Bali pada Senin, 17 Maret 2025. 

656 Ogoh-ogoh Akan Diarak di Denpasar dan Badung Saat Pengerupukan, Ini Hasil Rakor di Polresta

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sedikitnya ada sebanyak 656 Ogoh-ogoh yang bakal diarak dengan pawai di jalanan seputaran Kota Denpasar dan Badung saat malam Pengerupukan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1947.

Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1947 juga berdekatan dengan Hari Raya Idul Fitri 1446 H, hal ini menjadi atensi khusus Polresta Denpasar. Sebelum yang puncak Hari Raya Nyepi 29 Maret, umat HIndu juga melanksanakan rangkaian Melasti, Tawur Agung Kesanga, dan Pengerupukan. 

Baca juga: Ini Besaran Hadiah Uang Tunai Para Juara Ogoh-ogoh di Badung Bali, Ada Tambahan dari Wabup

Polresta Denpasar pun menggelar Rapat Koordinasi Kesiapan Pengamanan dua kegiatan hari besar agama ini di Gedung Pesat Gatra Polresta Denpasar, Bali pada Senin, 17 Maret 2025. 

Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Muhammad Iqbal Simatupang, S.I.K., M.H, memimpin langsung rakor ini didampingi Waka Polresta serta pejabat utama Polresta Denpasar.

Dalam rakor ini juga dihadiri Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, perwakilan instansi terkait, Majelis Desa Adat (MDA), PHDI Badung dan Denpasar, serta Ketua Yowana Kota Denpasar.

Baca juga: MACET Parah, Lomba Ogoh-ogoh di Puspem Badung, Dishub Sebut Penonton Tak Seperti HUT Mangupura

Kombes Pol Iqbal Simatupang menekankan pentingnya sinergitas lintas sektoral dalam menjaga kondusivitas wilayah saat perayaan dua hari besar keagamaan tersebut agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan di lapangan. 

“Rakor ini merupakan agenda rutin tahunan untuk mengevaluasi kerja sama pengamanan dan mematangkan langkah-langkah strategis," kata Kombes Pol Iqbal

Lanjutnya, Polresta Denpasar juga menyiapkan Operasi Ketupat Agung 2025 selama 17 hari, mulai 23 Maret 2025 hingga 8 April 2025 yang bersifat terbuka dan melibatkan personel dari Polri, TNI, serta instansi.

Baca juga: Sekehe Teruna Se-Desa Adat Denpasar Sepakat Tolak Penggunaan Sound System Saat Pengarakan Ogoh-ogoh

Sementara itu, Kabag Ops Polresta Denpasar Kompol I Nyoman Wiranata, S.H., memaparkan secara rinci titik-titik pengamanan, termasuk rangkaian kegiatan Melasti, Tawur Agung Kesanga, dan Pengerupukan yang puncaknya pada Hari Raya Nyepi tanggal 29 Maret.

“Jumlah ogoh-ogoh yang terdata di wilayah hukum Polresta Denpasar mencapai 656. Kami tempatkan personel di setiap pawai ogoh-ogoh, khususnya di kawasan Catur Muka, dan mendapat backup dari Polda Bali,” kata Wiranata.

Ia mengingatkan agar masyarakat dan pecalang ikut membantu mengawasi jalannya pawai, memastikan ogoh-ogoh tidak dipajang di badan jalan, serta menegaskan larangan penggunaan sound system pada malam Pengerupukan demi menghindari keributan.

Selain pengamanan Nyepi, Polresta Denpasar juga mengantisipasi kerawanan saat perayaan Idul Fitri, termasuk kemacetan, aksi kriminalitas, hingga potensi balapan liar. 

"Data masjid dan musala untuk pelaksanaan salat Id telah dihimpun sebagai bagian dari kesiapan pengamanan," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menyoroti potensi kerawanan saat Kesanga Festival yang digelar 21-23 Maret, yang diprediksi menarik penonton lintas kabupaten.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved