Pariwisata Bali
Bali Kerap Jadi Tuan Rumah Event International, Peluang Kerja Pariwisata Besar
Pulau Dewata kerap menjadi tuan rumah event internasional dan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Bali Kerap Jadi Tuan Rumah Event International, Peluang Kerja Pariwisata Besar
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Pulau Dewata kerap menjadi tuan rumah event internasional dan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).
Bali kerap menjadi tuan rumah event internasional sebab Bali berjalan di sektor pariwisata.
Hal ini membuat banyaknya lembaga pendidikan pariwisata di Bali baik di tingkat sekolah menengah kejuruan hingga perguruan tinggi.
Baca juga: Ditjen Perhubungan Udara Terbitkan Sertfikat AOC Untuk Fly Bali, Kini Bisa Operasi Non Pariwisata
Rektor Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional (IPB Internasional), Dr. I Made Sudjana, S.E.,M.M.,CHT.,CHA., mengatakan dengan adanya pendidikan pariwisata di Bali selama ini membuat Pulau Dewata dapat menjadi pusat pendidikan pariwisata.
Mengingat peluang kerja sektor pariwisata luas dan mengglobal.
Apalagi, United Nations World Tourism Organization (UNWTO) sebagai Organisasi Pariwisata Dunia yang berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menyatakan tren pariwisata dunia terus meningkat.
Baca juga: Usai Pembatas Laut Dibongkar, Dinas Kelautan dan Pariwisata Bali Minta PT BTID Edukasi Keamanan
“Peluang kerja pariwisata besar, meskipun pariwisata Bali nampak jenuh. Peluangnya tidak saja hanya Bali dan Indonesia tetapi di dunia," ucapnya Selasa 18 Maret 2025.
Lebih lanjut ia mengatakan karena semakin tinggi persaingan global, ia memprediksi keperluan wisata juga akan meningkat.
Untuk itu, kebutuhan tenaga kerja sangat diperlukan baik perhotelan maupun kapal pesiar.
Maka dari itu, IPB Internasional membekali SDM dengan kualifikasi internasional agar bisa bersaing secara global.
Baca juga: TOLAK Keras Ada Kasino di Bali, Koster: Pertahankan Pariwisata Budaya dan Spiritual
“Upaya itu dilakukan dalam rangka menjaga daya saing Bali, karena Bali tidak memiliki sumber daya alam, tetapi hanya memiliki modal SDM saja. Dengan demikian, mahasiswa IPB Internasional mengutamakan kemampuan bahasa Inggris serta meningkatkan kompetensi SDM,” bebernya.
Untuk memantapkan kemampuan mahasiswa IPB Internasional, pihaknya menjalin kerja sama dengan hotel bintang 4 dan 5 di Amerika, Jepang, Asian dan Timur Tengah.
Dan negara Amerika menjadi tujuan favorit dari mahasiswa IPB Internasional untuk melakukan magang. Apabila mereka bisa lolos training di Amerika diyakini mereka siap bersaing secara global.
Di samping itu, mahasiswa training di Amerika mendapatkan upah sebesar 15-20 dollar Amerika per jam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Rektor-Institut-Pariwisata-dan-Bisnis-Internasional-6699.jpg)