Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

KONDISI Cuaca Buruk di Bali Jadi Tantangan AirNav Selama Periode Libur Lebaran 2025

KONDISI Cuaca Buruk di Bali Jadi Tantangan AirNav Selama Periode Libur Lebaran 2025

ist
Ilustrasi Airnav 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Perusahaan Umum (Perum) Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau yang lebih dikenal dengan AirNav Indonesia Cabang Denpasar siap menghadapi lonjakan pergerakan pesawat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai selama periode Idul Fitri 1446H.

Kesiapan AirNav tidak hanya dari sisi fasilitas saja tetapi prosedur dan Sumber Daya Manusia (SDM) nya itu sendiri.

Baca juga: VIDEO Ribuan Pemudik di Bali Diprediksi Terjebak Saat Nyepi, Tempat Penampungan Disiapkan

"Kami memang dari hari ke hari normal pun selalu siap, dari sisi SDM lalu fasilitas kemudian prosedur. Selain prosedur normal, situasi dengan kontigensi plan juga saat terjadi sesuatu hal maka kita akan lakukan prosedur abnormal," ujar General Manager AirNav Indonesia Cabang Denpasar, Suryadi Joko Wiratmo, Jumat 21 Maret 2025.

Baca juga: BPTB Kelas II Bali Siapkan Skema Lalin Truk Saat Nyepi, Hindari Mudik di Tanggal 28 Maret

Ia menambahkan untuk meningkatkan kekuatan di masa periode Lebaran ini kami meningkatkan SDM kira-kira 5 persen dari normal situasi dan itu sebagai bentuk kesiapan menghadapi lonjakan libur Lebaran.


Kondisi cuaca ekstrem beberapa hari terakhir menjadi tantangan tersendiri bagi AirNav terlebih akan berlangsung selama periode libur Lebaran.


"Itu jadi salah satu tantangan, memang kalau cuaca tidak bisa dilawan dan dalam penerbangan sangat tergantung dengan cuaca. Seperti dua hari terakhir ini memang ada beberapa pesawat yang harus melakukan pembatalan pendaratan karena cuaca buruk dan itu standar tidak jadi isu tapi tentu mengganggu penerbangan," jelasnya.


Lebih lanjut Suryadi menyampaikan bahwa cuaca kalau tidak memungkinkan mendarat ya tetap tidak bisa, itu aja tantangan di cuaca dan saya konfirmasi ke BMKG memang ini tidak seperti Januari tahub kemarin tetapi memang karena panca roba (peralihan musim) saja.


Peningkatan movement atau pergerakan pesawat selama periode libur Lebaran kurang lebih 2 persen dari normal.


"Jadi untuk peningkatan rata-rata kalau penerbangan kita normalnya 360 per hari itu, bertambah sekitar 18 hingga 20 ekstra flight jadi kira-kira 2 persenan lah peningkatan penerbangannya," ungkapnya.


Mengenai puncak pergerakan pesawat kapan terjadi, Suryadi menyampaikan akan terjadi pada 27 dan 28 Maret, lanjut 4 dan 5 April kemudian naik lagi tanggal 11 April 2025.


Ia mengungkapkan untuk bulan Maret ini terjadi penurunan pergerakan karena berbarengan dengan low season terutama penerbangan domestik.


"Penerbangan domestik turun banyak 30-an persen dari Januari kemarin sampai hari ini per harinya, tetapi internasional masih stabil turunnya cuma 4 persenan," imbuhnya.


Dan pada saat Hari Raya Nyepi 29 Maret 2025 mendatang operasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai tutup sementara selama 24 jam namun kami tetap menyiagakan personel.


Dimana saat Nyepi akan menyiagakan sekira 30-an personel terbagi di operasional maupun teknik.


"Untuk Nyepi ini Bandara Ngurah Rai tutup tapi personel kami tetap bersiaga, kami ada dua unit kerja pertama di tower, kedua di approach melayani yang over flying terbang misalnya dan Banyuwangi ke Lombok, Surabaya ke Lombok itu tetap kontak kami. Kami siaga selama masa Nyepi," paparnya.(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved