Berita Jembrana
TIDAK Perlu Tidur di Lorong RS Lagi, Rumah Singgah Harmoni Diresmikan Bupati Jembrana
Bangunan lantai dua ini memiliki kapasitas 16 kamar dan diperuntukkan khusus untuk warga ber-KTP Jembrana.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Rumah Singgah Harmoni yang jadi program unggulan pasangan Bang-Ipat diresmikan, Minggu (23/3) kemarin.
Program yang diperuntukkan bagi warga Jembrana yang sedang menjalani pengobatan di RSUP Prof Ngoerah ini diresmikan pada masa 100 hari kerja Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan dan Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat).
Bangunan lantai dua ini memiliki kapasitas 16 kamar dan diperuntukkan khusus untuk warga ber-KTP Jembrana.
Rumah Singgah ini berlokasi di Jalan Pulau Bali No. 23, Dauh Puri Kelod, Denpasar Barat ini berada tepat di belakang atau di seberang gedung baru poliklinik RSUP Prof. dr. IGNG Ngoerah.
Keberadaan program rumah singgah ini mendapatkan respon positif dan menarik perhatian warga masyarakat Jembrana yang tengah menjalani pengobatan di Denpasar. Bahkan, sebelumnya beberapa keluarga pasien telah mengunjungi lokasi tersebut.
Baca juga: BUNTUT Kasus Rumah Subsidi di Buleleng,Anom Susul Made Kuta, Diduga Ikut Peras Pengembang Terbit PBG
Baca juga: LOW SEASON Kunjungan Wisatawan ke Bali, Simak Penjelasan Kadispar Bali
Selain untuk bagi pendamping pasien, Rumah Singgah ini juga bisa dimanfaatkan oleh warga Jembrana yang sedang mencari pekerjaan atau tempat kuliah di Denpasar. Dengan fasilitas yang nyaman dan lokasi strategis, program ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Jembrana.
Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan menegaskan, Rumah Singgah Harmoni ini merupakan bagian dari janji kampanye yang menjadi program unggulan dalam visi dan misi kepemimpinannya bersama Wabup Ipat.
Program ini lahir dari keprihatinannya terhadap kondisi warga Jembrana yang harus tidur di gang rumah sakit atau di emperan toko saat menunggu keluarga yang dirawat di RSUP Prof. dr. IGNG Ngoerah.
"Dengan adanya Rumah Singgah ini, warga yang mendampingi pasien tidak perlu lagi tidur di tempat yang kurang layak. Hanya dengan berjalan 5-10 menit, mereka bisa beristirahat dengan nyaman di Rumah Singgah," terangnya
Selain itu, Bupati juga mencatat banyaknya masyarakat Jembrana yang harus melakukan rawat jalan di Denpasar, terutama anak-anak muda yang terpaksa meninggalkan pekerjaan, administrasi, atau kuliah.
"Dengan adanya rumah singgah ini, mereka dapat lebih mudah mengurus segala keperluan tanpa harus merasa khawatir tentang tempat tinggal," tegas Bupati. (mpa)
| Disdikpora Jembrana Uji Coba Aplikasi SPMB, Penerimaan Murid Baru Mulai Akhir Juni |
|
|---|
| TRAGIS, Suami di Jembrana Nekat Ulah Pati Dihadapan Istri dan Anak, Terungkap Pemicunya |
|
|---|
| Sepekan Jelang Galungan-Kuningan, Harga Cabai di Jembrana Bali Mulai Naik hingga Rp75 Ribu |
|
|---|
| Tim Damkar Jembrana Evakuasi Sarang Tawon Jumbo, Jenis Tawon Vespa dan Berbahaya |
|
|---|
| Kasus Penebangan Liar Terjadi di Hutan Jembrana, Polisi Buru Dua DPO Kasus Ilegal Logging |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Made-Kembang-rumah-Singgah.jpg)