Nyepi 2025
TOLERANSI Pulau Bali, Pecalang Ucap Idul Fitri, Umat Muslim Ucap Nyepi di Musala Attawwabin Denpasar
Dalam kesempatan tersebut, disampaikan bahwa momen Lebaran di Bali menjadi cerminan toleransi yang tinggi.
TRIBUN-BALI.COM - Sekat-sekat perbedaan agama tidak lagi menjadi batu sandungan, dalam hidup berdampingan khususnya di Bali.
Inilah keunggulan dan keunikan Pulau Bali, di luar pariwisatanya yang perlu ditiru dan dicontoh oleh rakyat nusantara. Pecalang mengucapkan selamat Idul Fitri, dan umat Muslim menyampaikan selamat Nyepi.
Kenyataan ini merupakan cerminan toleransi yang tinggi, dalam momen Idul Fitri di Pulau Dewata. Selain saling berjabatan tangan, pecalang menjaga dan memastikan keamanan jalannya sholat Id di Musholla Attawwabin Denpasar, Gang XX, Jalan Pulau Misol, Denpasar Barat, Senin (31/3/2025).
Baca juga: TAKBIR Sambut Idul Fitri 1446 Hijriah, 25 Kelompok Beradu Atraksi Diiringi Alat Musik Tradisional
Baca juga: Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri, Total 185 Warga Binaan Lapas Singaraja Terima Remisi

H. Gunardi Wahono, Ketua I Pengurus Yayasan Insan Kamil Musholla Attawabin menyampaikan, berakhir sudah bulan puasa.
Dan telah merayakan momen penuh kemenangan, dengan menggelar sholat Idul Fitri berjamaah dengan suasana khusyuk dan penuh rasa syukur.
Dalam sholat Id kali ini bertemakan "Jaminan dari Allah Setelah Puasa Ramadhan". Tentu terdapat pesan mendalam tentang pentingnya rasa syukur karena masih diberi nikmat iman dan kesempatan untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pesan tersebut menggugah hati para peserta dan menjadi refleksi bagi semua yang hadir.
Dalam kesempatan tersebut, disampaikan bahwa momen Lebaran di Bali menjadi cerminan toleransi yang tinggi. Hari Raya Nyepi yang jatuh pada Sabtu (29/3/2025) menandai Tahun Baru Saka 1947 bagi umat Hindu dengan perenungan dan keheningan. Sementara Idul Fitri 1446 Hijriah diperkirakan jatuh pada 31 Maret 2025.
Tentu menjadi momen kemenangan bagi umat Islam, setelah menjalankan puasa Ramadhan. Ketika umat Islam menggelar salat Id, keamanan dijaga dengan baik. Selain polisi, para pecalang turut memastikan keamanan jalannya ibadah. Karena itu dikatakan, momen Lebaran di Bali menjadi cerminan toleransi yang tinggi.
"Saat salat Id berlangsung, balasan pecalang setempat turut hadir menjaga keamanan jalannya ibadah," kisahnya. Kebersamaan ini tidak hanya terlihat saat sholat berlangsung, tetapi juga dalam momen bersalaman yang menjadi penutup acara. Menariknya, para pecalang yang turut memastikan keamanan jalannya ibadah ikut bersalaman.
Sembari bersalaman, para pecalang dari Banjar Sumuh, Jalan Pulau Misol mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri. Pun sebaliknya, umat muslim mengucapkan selamat Hari Raya Nyepi. "Kisah dari Bali ini menjadi cerminan toleransi yang tinggi, salah satunya di Jalan Pulau Misol," pungkas H. Gunardi Wahono dalam siaran persnya. (*)
NYEPI Adat Desa Geriana Kangin 10 Tahun Sekali, Upaya Menjaga Keseimbangan Manusia dan Semesta |
![]() |
---|
TETAP Layani Pasien Saat Libur Idul Fitri, Poliklinik RSD Mangusada Tetap Buka Saat Cuti Bersama |
![]() |
---|
TINDAKAN Intoleransi Saat Nyepi di Loloan Timur, Gubernur Koster Akan Temui MUI & Tokoh Muslim |
![]() |
---|
TEGAS! Usai Lebaran, Gubernur Koster Akan Temui MUI Bahas Pelanggaran Nyepi di Loloan Jembrana Bali |
![]() |
---|
TUAI Pujian Warga Bali & Warganet, Ogoh-ogoh Tulak Tunggul ST Sentana Luhur Tampaksiring Sampai Kini |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.