Nyepi 2025

TOLERANSI Pulau Bali, Pecalang Ucap Idul Fitri, Umat Muslim Ucap Nyepi di Musala Attawwabin Denpasar

Dalam kesempatan tersebut, disampaikan bahwa momen Lebaran di Bali menjadi cerminan toleransi yang tinggi. 

ISTIMEWA
SALAMAN - H. Gunardi Wahono (depan kiri), Ketua Yayasan Insan Kamil Musholla At Tawwabin Denpasar, saat  menyambut kedatangan pecalang untuk pengamanan salat Id, Senin, 31 Maret 2025. 

TRIBUN-BALI.COM -  Sekat-sekat perbedaan agama tidak lagi menjadi batu sandungan, dalam hidup berdampingan khususnya di Bali.

Inilah keunggulan dan keunikan Pulau Bali, di luar pariwisatanya yang perlu ditiru dan dicontoh oleh rakyat nusantara. Pecalang mengucapkan selamat Idul Fitri, dan umat Muslim menyampaikan selamat Nyepi.

Kenyataan ini merupakan cerminan toleransi yang tinggi, dalam momen Idul Fitri di Pulau Dewata. Selain saling berjabatan tangan, pecalang menjaga dan memastikan keamanan jalannya sholat Id di Musholla Attawwabin Denpasar, Gang XX, Jalan Pulau Misol, Denpasar Barat, Senin (31/3/2025).

Baca juga: TAKBIR Sambut Idul Fitri 1446 Hijriah, 25 Kelompok Beradu Atraksi Diiringi Alat Musik Tradisional 

Baca juga: Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri, Total 185 Warga Binaan Lapas Singaraja Terima Remisi 

FOTO BERSAMA - H. Gunardi Wahono, Ketua Yayasan Insan Kamil Musholla At Tawwabin Denpasar, saat menyambut kedatangan pecalang untuk pengamanan salat Id, Senin, 31 Maret 2025.
FOTO BERSAMA - H. Gunardi Wahono, Ketua Yayasan Insan Kamil Musholla At Tawwabin Denpasar, saat menyambut kedatangan pecalang untuk pengamanan salat Id, Senin, 31 Maret 2025. (ISTIMEWA)


H. Gunardi Wahono, Ketua I Pengurus Yayasan Insan Kamil Musholla Attawabin menyampaikan, berakhir sudah bulan puasa.

Dan telah merayakan momen penuh kemenangan, dengan menggelar sholat Idul Fitri berjamaah dengan suasana khusyuk dan penuh rasa syukur.

Dalam sholat Id kali ini bertemakan "Jaminan dari Allah Setelah Puasa Ramadhan". Tentu terdapat pesan mendalam tentang pentingnya rasa syukur karena masih diberi nikmat iman dan kesempatan untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pesan tersebut menggugah hati para peserta dan menjadi refleksi bagi semua yang hadir.

Dalam kesempatan tersebut, disampaikan bahwa momen Lebaran di Bali menjadi cerminan toleransi yang tinggi. Hari Raya Nyepi yang jatuh pada Sabtu (29/3/2025) menandai Tahun Baru Saka 1947 bagi umat Hindu dengan perenungan dan keheningan. Sementara Idul Fitri 1446 Hijriah diperkirakan jatuh pada 31 Maret 2025.


Tentu menjadi momen kemenangan bagi umat Islam, setelah menjalankan puasa Ramadhan. Ketika umat Islam menggelar salat Id, keamanan dijaga dengan baik. Selain polisi, para pecalang turut memastikan keamanan jalannya ibadah. Karena itu dikatakan, momen Lebaran di Bali menjadi cerminan toleransi yang tinggi. 


"Saat salat Id berlangsung, balasan pecalang setempat turut hadir menjaga keamanan jalannya ibadah," kisahnya. Kebersamaan ini tidak hanya terlihat saat sholat berlangsung, tetapi juga dalam momen bersalaman yang menjadi penutup acara. Menariknya, para pecalang yang turut memastikan keamanan jalannya ibadah ikut bersalaman.


Sembari bersalaman, para pecalang dari Banjar Sumuh, Jalan Pulau Misol mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri. Pun sebaliknya, umat muslim mengucapkan selamat Hari Raya Nyepi. "Kisah dari Bali ini menjadi cerminan toleransi yang tinggi, salah satunya di Jalan Pulau Misol," pungkas H. Gunardi Wahono dalam siaran persnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved