Berita Buleleng

Pekerja Asal Buleleng Bali Meninggal Kecelakaan di New Orleans, Tangis Wandika Pecah Kenang Melly

pada 27 November 2024, Melly terbang ke AS. Di AS, Ia bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata dan restoran. 

TRIBUN BALI/ MUHAMMAD FREDEY MERCURY
RUMAH DUKA - Ayah Kadek Melly, Ketut Wandika (baju hijau) bercerita kepada Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra di rumah duka Kadek Melly Mudiani di Banjar Dinas Kanginan, Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Kamis (3/4). 

Sebaliknya, Wandika hanya ditunjukkan identitas serta bukti berupa tas yang dibawa Melly saat peristiwa kecelakaan. 

Di dalam tas itu berisi paspor Melly, ATM, hingga beberapa lembar uang dolar tunai. 

Wandika menceritakan, sejak awal pihaknya selaku orangtua tidak pernah membatasi anak-anaknya dalam meniti karier. 

Demikian pula keputusan Kadek Melly untuk bekerja ke luar negeri, itu merupakan inisiatif dan keinginannya sendiri. 

Pria 53 tahun itu mengungkapkan, saat kuliah di Denpasar, Melly sempat mendapat program pertukaran mahasiswa ke AS. Pihak keluarga sempat berunding mengenai program ini. 

“Saya dan ibunya sempat berunding dan akhirnya mengizinkan, karena ini merupakan kesempatan. Sayangnya program ini dibatalkan karena pada saat itu sedang Pandemi Covid 19,” ungkapnya. 

Hingga setelah lulus, Melly sempat menjalani training di salah satu hotel di wilayah Kabupaten Badung. 

Melly yang dinilai ulet mendapat perhatian dari pihak manajemen hotel. 

Anak kedua dari tiga bersaudara ini bahkan dilarang berhenti dan akan direkrut menjadi karyawan tetap. 

“Sampai saat izin untuk berangkat (ke Amerika), dari HRD masih berharap agar Melly tetap di Indonesia. Karena dalam beberapa bulan ke depan sudah diangkat menjadi pegawai tetap. Apalagi sudah sempat nego gaji,” ungkapnya. 

Namun keinginan Melly sudah bulat. Ia tetap ingin berangkat ke AS. Seluruh kebutuhan untuk keberangkatan sudah ia siapkan. 

Hingga akhirnya pada 27 November 2024, Melly terbang ke AS. Di AS, Ia bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata dan restoran. 

Melly juga sempat cerita ke keluarga bahwa dirinya nyaman dan betah. 

Bahkan, sempat mengungkapkan 2 keinginan ke depan setelah kontrak kerjanya selama setahun habis. 

Mulai dari memperpanjang kontrak di AS atau pindah ke Australia untuk melanjutkan pendidikan perkuliahan sembari bekerja. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved