Berita Gianyar
JELANG DIHABISI di Gianyar, Pelaku Tanya Perselingkuhan Agus dengan Sang Istri, Ini Jawabannya!
JELANG DIHABISI di Gianyar, Pelaku Tanya Perselingkuhan Agus dengan Sang Istri, Ini Jawabannya!
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Peristiwa pembunuhan dengan latar belakang perselingkuhan di Gianyar jadi sorotan publik.
Pelaku bernama Marno (56) menekankan dirinya tak menyesal melakukan pembunuhan dengan korban Agus Susanto, (57) di Gianyar.
Ketika dihadirkan Polres Gianyar, pelaku pembunuhan sadis itu masih terlihat energik, dan semangat laiknya anak muda, dengan gaya rambut disemir warga kuning.
Marno mengaku sangat mencintai sang istri, hingga ia merantau dari Dusun Besukan, Desa Kabuaran, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, Jatim ke Gianyar agar dapur keluarganya terus ngebul.
Baca juga: KADEK Berpulang dengan Kondisi Tragis, Ketut Sudarsana Tak Sadarkan Diri, Kecelakaan di Buleleng
Bermodal skil sebagai tukang bangunan, Marno pun bekerja menjadi buruh bangunan.
Ketika tak ada pekerjaan bangunan, ia mengambil pekerjaan sebagai buruh serabutan.
Selama di Bali, Marno tinggal di sebuah kos-kosan di kawasan Banjar Tegalinggah, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar.
Di kos-kosan itu, Marno tinggal bersama sang istri.
Di kos-kosan tersebut ada sejumlah kamar, yang salah satunya ditempati oleh korban pembunuhan Agus Susanto, (57).
Korban pembunuhan di Gianyar itu berasal dari Desa Karangmojo, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali, Jateng.
Korban pembunuhan itu di Gianyar bekerja sebagai teknisi bengkel.
Baca juga: ADA APA? FBI Turun Tangan Kasus Kecelakaan Kadek Melly, Jenazah Tak Boleh Dijenguk Siapapun
Marno yang dikenal sebagai pribadi yang 'asik' pun cepat akrab dengan penghuni kos-kosan.
Dia mengira semua penghuni kos-kosan adalah orang baik dan dianggap sebagai keluarga.
Namun sebuah status Facebook dari keluarga istri Marno merubah segalanya.
Diketahui status tersebut berbunyi, "Anaknya dititipkan ke saya sedangkan ibunya kelonan dengan Agus dimana saya sedang goreng kue".
Marno pun mencari tahu untuk siapa status tersebut dibuat.
Emosinya membuncah ketika tahu bahwa status itu dibuat untuk istri tercintanya.
Saat diusut, Marno juga menemukan chatingan sang istri dengan Agus.
Melihat istri tercintanya telah digauli tetangga kos-kosan, emosi Marno pun membuncah.
Ia yang saat itu berada di Lumajang, Jawa Timur bersama istri, lalu meminjam uang pada tetangganya di sana, untuk bisa menyewa travel ke Bali.
Dari Lumajang ke Bali, Marno tidak membawa bekal, ia hanya membawa sebilah pisau dapur.
Setibanya di kos-kosan, buruh bangunan itu pun langsung mencari Agus.
"Marno tahu bahwa Agus tidak mudik, jadi dia langsung dari Lumajang ke kos-kosan untuk mencari Agus," ujar Kapolres Gianyar, AKBP Umar, Senin 7 April 2025.
Saat tiba di kos-kosan, rupanya Agus belum pulang dari bekerja.
Terpaksa dengan hati kacau, Marno menunggu Agus di kos-kosan sampai pulang.
Ketika pulang, Marno tak langsung memuntahkan kemarahan.
Namun membiarkan Agus mandi dan makan malam.
Tak lupa Marno juga mengucapkan 'Selamat Hari Raya Idul Fitri,'.
Agus yang mengira hubungannya dengan istri Marno tak terendus pun bersikap santai, hingga Marno pun tiba-tiba menanyakan soal perselingkuhan tersebut.
Agus yang terkejut, berusaha mengelak terkait perselingkuhan dengan istri pelaku.
Namun karena Marno telah memiliki banyak bukti perselingkuhan, Marno langsung mengeluarkan pisau dan langsung menikam Agus.
"Total luka di tubuh korban pembunuhan itu ada tujuh buah, dari total itu, tiga luka berupa luka tusukan, sisanya luka sayatan, karena korban sempat menangkis.
Dari hasil visum, penyebab korban meninggal adalah luka tusukan di dada yang tembus ke jantung dan lever," ungkap Kapolres.
Kapolres Gianyar menjelaskan, tujuan Marno ke Bali memang untuk menghabisi nyawa Agus, dengan motif perselingkuhan dengan sang istri.
"Pelaku kita jerat Pasal 340 junto 338 junto 351 ayat 3, ancaman hukumannya hukuman mati atau 20 tahun penjara," ujarnya.
Marno telah mendengar ancaman hukuman atas konsekuensi pembunuhan itu.
Namun ia menegaskan ia tidak menyesal melakukan pembunuhan.
"Saya tidak menyesal sedikitpun, demi harga diri," ujarnya.
Kepada laki-laki, Marno pun berpesan agar jangan pernah menggoda perempuan yang telah bersuami.
"Buat semua laki-laki, jangan sekali-kali menggoda perempuan yang sudah punya suami.
Kalau melakukan itu, mati adalah hal yang pantas. Karena itu perbuatan binatang," ujar Marno saat digiring aparat kepolisian di Polres Gianyar. (*)
Istri Bupati Gianyar Tidak Lagi Duduki Jabatan Kadis, Dimutasi sebagai Asisten |
![]() |
---|
Megawati Hadiri Plebon Ida Pedanda Gede Sadhawa Jelantik Putra di Gianyar |
![]() |
---|
PRIA LOKAL Digerebek di Batubulan Gianyar, Polisi Temukan ini di Rumahnya |
![]() |
---|
Kasus Orang Jatuh Ke Jurang Ternyata Korban Pengeroyokan Di Bali, Rohmat & Wahyu Jadi Tersangka |
![]() |
---|
Motif Rohmat dan Wahyu Tega Keroyok Lalu Tusuk Kurniawan, Korban Ditemukan di Bawah Jembatan di Ubud |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.