Berita Jembrana

Kecelakaan dan Pelanggar Lalu Lintas Meningkat, Terekam ETLE Tak Gunakan Helm di Jembrana Bali

ETLE meningkat 1.400 persen atau 14 perkara dan tilang manual meningkat 5.500 persen atau 55 perkara.

istimewa
Peristiwa laka lantas antara mobil pribadi dan angkutan umum yang terjadi di jalur tengkorak Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk wilayah Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Jembrana saat Operasi Ketupat Agung, Minggu 6 April 2025 kemarin. Kecelakaan dan Pelanggar Lalu Lintas Meningkat, Terekam ETLE Tak Gunakan Helm di Jembrana Bali 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Operasi Ketupat Agung 2025 berlangsung hingga hari ini, Selasa 8 April 2025. 

Selama pelaksanaan operasi, Polres Jembrana telah menyusun laporannya. 

Diketahui, tingkat kriminalitas menurun dibanding periode sebelumnya. 

Namun, jumlah pelanggaran yang terekam ETLE dan kasus laka lantas meningkat. 

Baca juga: KURANG HATI-HATI! 2 Orang Tewas di Buleleng Bali, Kecelakaan Renggut Nyawa Gusti Made dan Kadek

Mereka yang terlibat laka lantas adalah bukan pemudik maupun wisatawan seperti tahun sebelumnya, melainkan warga lokal hingga truk angkutan. 

Menurut data yang berhasil diperoleh periode 23 Maret-6 April kemarin Operasi Ketupat Agung, total kendaraan keberangkatan mengalami peningkatan sebanyak 15.436 unit atau 10,5 persen dengan rincian kendaraan roda dua mengalami peningkatan sebanyak 7.516 unit atau 9,3 persen, Roda empat mengalami peningkatan sebanyak 4.753 unit atau 7,2 persen. 

Kemudian penumpang/orang mengalami peningkatan sebanyak 45.782 orang atau 8,9 persen. 

Sementara itu, total kendaraan kedatangan mengalami penurunan sebanyak -2.856 unit atau menurun 3 persen dengan rincian kendaraan roda 2 mengalami penurunan sebanyak -5.896 unit atau menurun 14,7 persen, roda 4 mengalami peningkatan sebanyak 826 unit atau 1,5 persen. 

Namun, penumpang/orang mengalami peningkatan sebanyak 5.453 orang atau 1,4 persen dari periode sama tahun lalu.

Kemudian untuk peristiwa kecelakaan lalu lintas yang terjadi sampai selama periode tahun 2025, jika dibandingkan dengan Minggu II (Kedua) (pertama) pelaksanaan Operasi Ketupat Agung 2024 dari segi kuantitas mengalami peningkatan sebanyak 3 kasus atau 16,7 persen. 

Sedangkan dari segi kualitas korban meninggal dunia (MD) mengalami penurunan sebanyak 3 orang atau menurun 75 persen. 

Kemudian korban LB tetap nihil dan korban LR mengalami peningkatan sebanyak 4 orang atau 17,4 persen. 

Dari kejadian tersebut kerugian materiil mengalami penurunan 19,9 persen atau sebesar Rp 11.650.000.

Secara umum, pelaksanaan pengamanan yang dilakukan sepanjang jalur arus mudik dan Bali terpantau aman dan lancar. 

Meskipun jumlah kendaraan meningkat signifikan, jumlah laka cenderung tak naik terlalu signifikan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved