Waisak

UMAT Bersihkan Patung Buddha Rupang, Awali Rangkaian Perayaan Waisak di Vihara Buddha Sakyamuni 

Selain itu, kegiatan lain seperti Pindapata atau praktik mempersembahkan dana kepada para Bhikkhu akan dilaksanakan di sepanjang Jalan Gunung Agung

istimewa
KEGIATAN PEMBERSIHAN - Pembersihan Patung Buddha Rupang di Vihara Buddha Sakyamuni Denpasar, Rabu (9/4). 

TRIBUN-BALI.COM  - Vihara Buddha Sakyamuni, Jalan Gunung Agung Denpasar resmi memulai rangkaian perayaan Waisak 2569 BE/2025 dengan ritual pembersihan patung Buddha Rupang, Rabu, (9/4).

Kegiatan ini menjadi simbol awal memasuki masa Sebulan Pendalaman Dhamma (SPD) ke-27 sekaligus Perayaan Mahājāta ke-33 yang akan berlangsung penuh makna selama sebulan ke depan.

Pembersihan Buddha Rupang bukan hanya kegiatan simbolis, tetapi juga spiritual. Ketua Yayasan Buddha Sakyamuni Bali, Oscar NW, menyampaikan bahwa ritual ini mencerminkan niat tulus untuk membersihkan diri sebelum memasuki masa suci. 

"Rupang dibersihkan oleh umat, para Bhikkhu Sangha, Majelis Agama Buddha, Forum Ibu-Ibu Buddhis, Patria, dan pengurus vihara. Ini bukan sekadar bersih secara fisik, tapi juga menyucikan batin," ujarnya.

Baca juga: 2 PENGUNGSI Banjar Sental Kangin Nusa Penida Enggan Pindah Sekolah ke Banjarangkan Klungkung

Baca juga: Waspada Kriminalitas di Bali Meningkat, Komplotan Pencuri Asal Banyuwangi Beraksi di Sanur

Pembersihan rupang menjadi bagian dari awal kegiatan Mahājāta dan SPD, dua agenda penting tahunan di Vihara Buddha Sakyamuni. Mahājāta yang berarti “Perayaan Besar” akan diawali dengan Padakkhiṇā dan pembacaan sejarah vihara. 

Sementara itu, SPD ke-27 akan diisi dengan ceramah Dhamma, meditasi, latihan sila, puasa, serta praktik dana setiap harinya, dengan pembicara dari berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, kegiatan lain seperti Pindapata atau praktik mempersembahkan dana kepada para Bhikkhu akan dilaksanakan di sepanjang Jalan Gunung Agung menuju vihara. 

Umat juga akan mengikuti Pattidāna, penghormatan kepada leluhur dan makhluk yang tidak memiliki keturunan, agar mereka memperoleh kedamaian. Puncak perayaan Waisak akan jatuh pada Senin, 12 Mei 2025 yang ditandai dengan prosesi Abhayadhāna atau pelepasan burung sebagai simbol pemberian rasa aman kepada semua makhluk. 

Hari Trisuci Waisak sendiri memperingati tiga peristiwa agung dalam kehidupan Buddha kelahiran Pangeran Siddhartha, pencapaian Penerangan Sempurna, dan Parinibbāna. Dengan rangkaian kegiatan yang sarat makna ini, Vihara Buddha Sakyamuni mengajak seluruh umat untuk menyambut Waisak dengan penuh kesadaran, kasih sayang, dan kebersamaan. (sup)

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved