Berita Bali
Ratusan Warga Banjar Belong Menak Denpasar Bali Antusias Ikuti Sosialisasi Obat dan Pangan Aman
Cek KLIK merupakan singkatan dari Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kadaluarsa.
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) bersama mitra kerja Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menggelar kegiatan sosialisasi obat dan pangan aman.
Di mana sosialisasi diadakan guna memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang obat dan pangan yang aman seperti apa dan yang tidak aman seperti apa.
Kemudian jika menemukan obat dan pangan berbahaya harus melapor atau mengadukannya ke mana.
Kegiatan bertajuk “Komunikasi Informasi dan Edukasi Obat dan Pangan Aman” ini, dihadiri kurang lebih 200 peserta, dan diadakan di Balai Banjar Belong Menak, Jl. Sutomo, Pemecutan Kaja, Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali.
Baca juga: BPOM Denpasar Beberkan Hasil Operasi Obat Ilegal, Sita 1.117 Kemasan Obat Kuat Pria
Turut hadir anggota Komisi IX DPR RI, Tutik Kusuma Wardhani dan Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar I Gusti Ayu Adhi Aryapatni.
“Tujuannya tentu tak lain adalah mensosialisasikan tentang obat dan pangan yang aman karena banyak sekali sekarang ini beredar seperti contohnya kosmetik yang tidak layak edar. Jadi kami di Komisi IX DPR RI dan mitra kerja Balai POM akan terus mensosialisasikan tentang obat dan pangan yang aman kepada masyarakat secara luas,” ujar Tutik, Jumat 11 April 2025.
Ia menambahkan, dengan sosialisasi seperti ini adalah salah satu upaya menekan beredarnya obat dan pangan berbahaya.
Di dalam sosialisasi ini juga memberikan dorongan kepada masyarakat yang telah mengikuti sosialisasi, meminta tolong supaya mereka bisa menyebarluaskan informasi mengenai obat dan pangan yang aman seperti apa.
“Kami di Komisi IX DPR menginginkan masyarakat paham tentang obat dan pangan yang dikonsumsi serta kosmetik yang dipakai memiliki kandungan aman seperti apa dan yang berbahaya kandungannya apa saja. Kami kan ingin masyarakat supaya sehat semuanya,” imbuh Tutik Kusuma Wardhani.
“Kami dari pemerintah pusat seperti Kementerian/Lembaga itu ada program-program semacam ini secara massif paling sedikit melibatkan 200 peserta dihimpun dari Ibu-Ibu PKK, UMKM, tokoh-tokoh dan lain sebagainya agar lebih tepat sasaran penyampaian informasi serta edukasinya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BBPOM di Denpasar, I Gusti Ayu Adhi Aryapatni menyampaikan, kini masyarakat dapat dengan mudah memeriksa keamanan obat dan makanan sebelum di beli dengan melakukan Cek KLIK.
Cek KLIK adalah slogan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memeriksa keamanan obat dan makanan sebelum membeli.
Cek KLIK merupakan singkatan dari Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kadaluarsa.
Di mana masyarakat dapat melakukan Cek KLIK dengan cara pertama memindai kode bar (barcode) produk menggunakan aplikasi BPOM Mobile, atau kunjungi website BPOM di cekbpom.pom.go.id, lalu mengecek langsung nomor BPOM yang tertera di kemasan produk.
Masyarakat dapat menghubungi BPOM jika memiliki pertanyaan atau pengaduan terkait obat dan makanan melalui call center HALOBPOM di nomor telepon 1-500-533, SMS ke 0-8121-9999-533, email ke halobpom@pom.go.id, melaporkan melalui lapor.go.id, atau kunjungi Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.