Gebrakan Pemimpin Bali
KOSTER Akan Bangun Klinik Desa, Fokus di Karangasem hingga Tabanan, Ini Alasannya
Koster juga menyampaikan pembangunan Bali dalam 5 tahun ke depan akan dijalankan dengan konsep satu pulau, satu pola dan satu tata kelola.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM – Gubernur Bali, Wayan Koster mengungkapkan tingkat kesehatan masyarakat di Bali cukup unggul.
Namun masih kurang unggul dibandingkan daerah lain yang tingkat kesehatannya lebih unggul.
Hal tersebut disampaikan Koster saat membuka secara resmi pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun 2025, di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Selasa (15/4).
“Jadi karena itu kita harus naik kelas terus, jangan kita menghibur diri membandingkan dengan yang pencapaiannya tidak bagus. Menurut saya Bali ini brandmark-nya standarnya tinggi karena di atas rata-rata nasional semua, hanya Indeks Pembangunan Manusia (IPM)-nya yang nomor 3 kalah sama Yogyakarta dan DKI Jakarta. Kalau DKI Jakarta susah kita kejar, kalau Yogyakarta harusnya kita bisa mengejar,” jelasnya.
Ia pun meminta pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Bapeda, Dinas Pendidikan, Dinas kesehatan Provinsi Bali pada tahun 2026, nilai IPM Bali sudah naik ke peringkat kedua. Ia pun berencana untuk membuat klinik desa untuk lebih mendekatkan pelayanan kesehatan masyarakat.
Baca juga: DISTAN Bali Sebut Stok Babi, Busung Hingga Buah-buahan Jelang Galungan Aman
Baca juga: PECALANG di Pura Besakih Selalu Diingatkan Humanis Saat Ngayah Selama Ida Bhatara Turun Kabeh 2025
“Saya mendorong program klinik desa untuk mendekatkan pelayanan masyarakat di bidang pelayanan kesehatan di desa-desa. Kemarin sudah kita diskusikan ternyata program itu tidak membebani banyak APBD,” sambungnya.
Lebih lanjutnya Koster mengatakan nantinya akan ada skema yang diterapkan dari BPJS di klinik desa tersebut. Program ini akan didorong terutama di Kabupaten Karangasem, Buleleng, Jembrana, Bangli, Klungkung, dan Tabanan.
“Kalau Denpasar tidak perlu, karena rumah sakitnya kumpul di sini, semua bagus-bagus. Badung selatan cukup dan Badung Utara butuh sedikit. Gianyar tidak butuh banyak karena cukup bagus layanan di sana, kecuali di (Kecamatan) Payangan dan Tegalalang,” bebernya.
Nantinya pada klinik desa tersebut akan ada dokter umum, dokter gigi, bidan, perawat dan pekerja bagian administrasi dengan minimum 5 orang di satu klinik. “Program ini akan kita laksanakan secara berskala mulai tahun 2026 sharing pembiayaan APBD Bali dan Kabupaten,” kata dia.
Koster juga menyampaikan pembangunan Bali dalam 5 tahun ke depan akan dijalankan dengan konsep satu pulau, satu pola dan satu tata kelola. Meskipun ada kewenangan dari kabupaten/kota untuk mengelola daerahnya masing-masing, namun tidak boleh mengabaikan kepentingan bersama.
Koster menegaskan, untuk mewujudkan visi besar itu mesti ditopang dengan strategi pembangunan yang terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi dalam satu kesatuan wilayah sehingga kita harus bersatu dan bersama-sama mewujudkannya.
Ia menambahkan sejumlah program prioritas akan menjadi hal fundamental yang akan di akselerasi dalam pencapaiannya, tidak hanya untuk pembangunan Bali dalam 5 tahun kedepan tetapi juga menjadi landasan bagi Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125.
“Hal fundamental telah dirancang sehingga agenda pembangunan menjadi terarah, kita akselerasi pelaksanaan semua program, kita harus bekerja lebih cepat dan lebih keras lagi sehingga pondasi kita menjadi kuat,” imbuhnya.
Ia menyampaikan sejumlah program prioritas yang telah dicanangkan seperti penggunaan energi bersih terbarukan, swasembada dan diversifikasi pangan, pengendalian alih fungsi lahan, kesehatan, hingga pembangunan infrastruktur strategis penunjang pariwisata, seperti underpass untuk memecah kemacetan di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung serta pembangunan subway.
Orang nomor satu di Bali ini juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia Bali melalui program satu keluarga satu sarjana yang diprioritaskan bagi keluarga miskin yang belum memiliki sarjana di tengah keluarganya.
Tidak hanya itu, Gubernur juga ingin mengupayakan sekolah gratis sampai ke tingkat SMA/SMK. Dengan demikian, akan tumbuh SDM Bali yang unggul, profesional dan mampu berkompetensi.
Abrasi Terparah di Pantai Selatan Bali, Gubernur Koster Koordinasi ke DPR Buat Raperda Penanganan |
![]() |
---|
PERKARA Selesai Tidak Dibebani Biaya! Ranperda Bale Kerta Adhyaksa Selangkah Lagi Jadi Perda di Bali |
![]() |
---|
BALE Kertha Adhyaksa Pertama di Indonesia, Pemprov-DPRD Bali Percepat Pembahasan Ranperda |
![]() |
---|
KOSTER Kebut 3 Perda Prioritas, Pemprov Bali Tunggu Kajian Unud, Upaya Lindungi Masyarakat Bali |
![]() |
---|
TEGASKAN Tak Larang Indomaret! Koster: Bukan Larang 100 Persen Tapi Dikendalikan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.