Berita Gianyar
Petani Resah, Puluhan Hektare Lahan Pertanian Diserang Hama Tikus di Gianyar
Petani di sejumlah kecamatan di Kabupaten Gianyar, Bali sejak beberapa bulan ini diresahkan oleh hama tikus.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Petani Resah, Puluhan Hektare Lahan Pertanian Diserang Hama Tikus di Gianyar
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Petani di sejumlah kecamatan di Kabupaten Gianyar, Bali sejak beberapa bulan ini diresahkan oleh hama tikus.
Total luas pertanian yang digerogoti tikus diperkirakan mencapai 68 hektare, yang tersebar di di wilayah Kecamatan Gianyar, Blahbatuh dan Tegallalang.
Baca juga: VIDEO Baru Beberapa Hari Terakhir, Kabupaten Gianyar Bali Sudah Alami 4 Kali Pencurian Gamelan
Serangan tikus yang membuat para petani terancam gagal panen itu, sudah terjadi sejak Januari sampai Maret 2025.
Subak Patas, Desa Kenderan, Kecamatan Tegalalang merupakan salah satu subak yang terkena serangan tikus ini.
Bentangan sawah di sana mencapai 40 hektare, dan tanaman padi petani telah dikacaukan oleh tikus sejak enam bulan lalu.
Baca juga: 3 Perempuan Petani Perjuangkan Hak Tanah Termasuk Luh Sumantri Lebih dari 20 Tahun
Hal itu menyebabkan para petani mengalami kegundahan, sebab ditakutkan saat musim panen berikutnya, mereka tidak menghasilkan buah padi sesuai harapan.
Menyikapi hal tersebut, Dinas Pertanian Gianyar pun merespons hal ini.
Mereka mengumpulkan para petani, memberikan arahan, Senin 5 Mei 2025.
Baca juga: Puluhan Hektar Sawah di Desa Pikat Klungkung Terendam Banjir, Petani Terancam Gagal Panen
Namun para petani tidak mendapatkan obat pembasmi tikus, lantaran stok obat-obatan pembasmi hama dalam keadaan kosong.
Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (PPOPT) Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar I Made Martha Kasoema Dinatha mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya membantu petani dalam menghadapi masalah hama.
Terkait serangan tikus, pihaknya telah memberikan obat-obatan pembasmi tikus. Hal itu dilakukan di beberapa subak di Gianyar.
"Kita sudah bantu obat-obatan (untuk sawah terdampak selain Kecamatan Tegallalang,) yang kita mohon dari BPTPHBUN Celuk Sukawati," ujarnya.
Namun karena persediaan obat pengendali tikus di BPTPHBUN saat ini sudah habis, Distan Gianyar tidak bisa memberi bantuan pada Subak di Desa Kenderan.
"Kami bersama BPP Tegallalang sudah memberikan pendampingan dan pembinaan terkait langkah-langkah pencegahan hama tikus pada periode tanam berikutnya melalui pengadaan obat-obatan secara swadaya. Karena baik pada Dinas Kabupaten maupun BPTPHBUN saat ini tidak tersedia stok obat-obatan," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Sejumlah-petani-di-Kabupaten-Gianyar-Bali-mendapat-penyuluhan-terkait-hama.jpg)