Berita Denpasar
Masyarakat Heterogen Jadi Tantangan Pembentukan Koperasi Merah Putih di Denpasar
Masyarakat Heterogen Jadi Tantangan Pembentukan Koperasi Merah Putih di Denpasar
Penulis: Putu Supartika | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Koperasi Merah Putih di Kota Denpasar menghadapi tantangan tersendiri akibat karakter masyarakatnya yang heterogen.
Program nasional yang diinisiasi oleh Presiden RI Prabowo Subianto ini mengarahkan setiap desa atau kelurahan untuk membentuk koperasi dengan enam unit usaha utama yang dapat disesuaikan dengan potensi wilayah masing-masing.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar, Dewa Made Agung, mengungkapkan bahwa kondisi sosial masyarakat di Denpasar tidak semudah daerah lain dalam menentukan fokus usaha koperasi.
Baca juga: PEMADAMAN Listrik di Bali Berlanjut, Berikut Informasi Resmi Jadwal Pemadaman oleh PLN
Berbeda dengan kabupaten yang memiliki potensi dominan seperti pertanian atau perkebunan.
Denpasar cenderung akan mengembangkan unit usaha di bidang perdagangan.
"Denpasar ini masyarakatnya sangat beragam, sehingga agak menantang dalam menentukan unit usaha utama. Namun kemungkinan besar yang akan dikembangkan adalah sektor perdagangan," ujar Dewa Agung.
Baca juga: PENASARAN? Ini Sosok Ketua DPW GRIB Jaya Bali, Pengacara yang Dilantik Hercules
Ia menjelaskan bahwa enam unit usaha utama yang direkomendasikan untuk Kopdes Merah Putih antara lain adalah kantor koperasi, simpan pinjam, apotek atau klinik desa, pelayanan toko, gudang toko, dan penyediaan sembako.
Meski demikian, desa atau kelurahan tetap diberikan kebebasan untuk menentukan jenis usaha lain yang sesuai dengan potensi masing-masing wilayah.
Saat ini, tahapan pembentukan Kopdes Merah Putih di Denpasar masih menunggu hasil musyawarah desa (musdes) dan musyawarah kelurahan (muskel).
"Kami dari Dinas Koperasi lebih berperan dalam pendampingan teknis, seperti tata cara pembentukan koperasi. Namun pembentukan koperasi dimulai dari musdes atau muskel, sebagai tahapan awal," jelasnya.
Sosialisasi awal telah dilakukan pada Rabu minggu lalu, dan setelah musdes/muskel dilaksanakan, potensi desa akan dituangkan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) koperasi.
Ia menambahkan bahwa potensi desa akan digali lebih dalam dengan pendampingan dari Diskop Denpasar.
Rencananya, peluncuran resmi Kopdes Merah Putih akan dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 12 Juli mendatang bertepatan dengan Hari Koperasi Nasional.
Pemerintah daerah pun saat ini tengah didorong untuk mempercepat proses pembentukan koperasi hingga memperoleh badan hukum resmi. (*)
| DERMAGA Mertasari Tunggu Izin Pusat, Operasional Target Juni 2026, Mengurangi Kepadatan Lalin Darat! |
|
|---|
| 13.246 Siswa dari 257 SD di Denpasar Bali Ikuti TKA Mulai Besok, Hari Pertama Matematika |
|
|---|
| Wilayah Densel Dan Denbar Bali Direncanakan Akan Terlayani Bus Sekolah Di Tahun Ajaran Baru Ini |
|
|---|
| Terlilit Masalah Ekonomi, RF Nekat Gasak Tiga Helm di Denpasar Bali |
|
|---|
| Ditargetkan Juni, Operasional Dermaga Mertasari Bali Tunggu Izin Pusat dan Pengerjaan Ruang Tunggu |
|
|---|