KESEHATAN
BALI Stroke Care Digagas RSUP Prof Ngoerah, Gandeng Seluruh Rumah Sakit di Bali, Ini Layanannya!
Ia menyebutkan jumlah dokter spesialis saraf di Bali mencapai lebih dari 150 orang, dan RSUP Prof. Ngoerah selama ini menjadi pusat rujukan dari 59 ru
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah menggagas membuat sistem pelayanan terpadu penanganan stroke bertajuk Bali Stroke Care.
Nantinya sistem ini akan melibatkan seluruh rumah sakit daerah hingga rumah sakit vertikal di Bali. Sistem ini sedang dipersiapkan dan ditargetkan mulai berjalan efektif pada peringatan World Stroke Day Oktober 2025 mendatang.
“Jadi, hari ini (kemarin) kita membangun komitmen untuk mempersiapkan sistem penanganan stroke yang ada di Bali. Bali Stroke Care.
Dalam membangun sistem ini kita membutuhkan komitmen bersama di semua stakeholder yang terkait,” kata Direktur Utama RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, dr. I Wayan Sudana, M.Kes pada acara Bali Stroke Care, Kamis (8/5).
Baca juga: VIRAL di Pemecutan Kaja Denpasar, Ribut Soal Penempatan Buis Beton di Jalan Oleh Pemilik Lahan
Baca juga: PMI Asal Jembrana Bali Meninggal Dunia di Polandia, Masuk RS Sejak Februari Lalu Akibat Sakit Parah
Menurut dr. Sudana, stroke merupakan penyakit dengan peningkatan kasus yang signifikan dari tahun ke tahun.
Bahkan, disebutkan di dunia setiap 3 detik terjadi 1 kasus stroke baru. Ia menekankan pentingnya kecepatan dan ketepatan penanganan, mengingat ada golden period atau waktu emas selama 4,5 jam sejak gejala muncul.
“Kalau itu terjadi gejala itu atau apa serangan stroke itu kita bisa tangani itu hasilnya akan baik. Ketika itu lewat, ini yang menjadi masalah. Angka kematian sangat tinggi. Kalaupun selamat, sembuh dengan kecacatan,” jelasnya.
Sebagai rumah sakit pengampu regional untuk Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT), RSUP Prof. Ngoerah didukung penuh Pemerintah Provinsi Bali. Audiensi dengan Gubernur Bali telah dilakukan untuk membentuk komitmen bersama yang melibatkan pula Dinas Kesehatan dan seluruh fasilitas layanan kesehatan di Bali.
“Jadi ini dibuat komitmen dulu untuk membuat sistem. Selanjutnya membuat schedule, time schedule-nya harus jelas. Sehingga kita bisa start bersama, dan setiap program itu ada evaluasi,” kata dr. Sudana.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dr. dr. I Nyoman Gede Anom, M.Kes menyampaikan stroke saat ini menjadi penyakit dengan kasus tertinggi kedua setelah jantung, dan menjadi prioritas pengendalian pemerintah daerah. “Kalau stroke, itu salah satu yang nomor 2 setelah jantung. Itu termasuk prioritas kita, untuk kita kendalikan,” ucapnya.
Dr. Anom menegaskan dukungan penuh Dinas Kesehatan Provinsi bersama dinas kabupaten/kota dan seluruh rumah sakit, termasuk rumah sakit vertikal seperti Rumah Sakit Universitas Udayana, Rumah Sakit Bhayangkara, dan Rumah Sakit Angkatan Darat.
“Tujuan utama adalah mengurangi angka kematian stroke, mengurangi angka kecacatan stroke. Masyarakat akan mendapat pelayanan deteksi dini stroke, dan kalau ada kasus stroke cepat dilayani, tidak menimbulkan kematian maupun kecacatan,” tegasnya.
Ia mengakui tantangan utama dalam penanganan stroke selama ini adalah keterbatasan akses. Namun kini, Bali telah mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat, baik dari sisi alat maupun pelatihan dokter spesialis.
“Saat ini, untuk di Bali, kita sudah siap melayani. Apalagi, sudah ada jaringan, nanti kita ada di depan, hubungan rumah sakit satu dengan yang melayani akan cepat,” jelas dr. Anom.
Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang RSUP Prof. Ngoerah, dr. Affan Priyambodo menjelaskan, sistem pelayanan stroke ini akan mengklasifikasikan rumah sakit berdasarkan kemampuannya dalam menangani kasus stroke, mulai dari rumah sakit yang bisa melakukan CT Scan hingga yang mampu melakukan katerisasi otak.
TARGETKAN 1,5 Juta Jiwa di Bali, Program Cek Kesehatan Gratis Sasar 290 Siswa SMKN 2 Denpasar |
![]() |
---|
CUCI Hidung: Langkah Sederhana yang Efektif Membantu Mengatasi Sinusitis |
![]() |
---|
GANGGUAN Pendengaran pada Lansia Bisa Dipengaruhi oleh Tekanan Darah Tinggi |
![]() |
---|
1 Juta Warga Indonesia Setiap Tahun Berobat ke Luar Negeri, Kerjasama Prudential & BIH Gaet Potensi |
![]() |
---|
648 Warga Kehilangan Status Penerima Bantuan Iuran JKN di Klungkung, Ini Kata Kepala Dinas Sosial |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.