Berita Badung
Tegas Tolak Ormas Berbau Preman, Begini Tanggapan Bupati Badung Adi Arnawa
Organisasi masyarakat (Ormas) yang berbau premanisme menuai polemik di masyarakat.
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tegas Tolak Ormas Berbau Preman, Begini Tanggapan Bupati Badung Adi Arnawa
TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Organisasi masyarakat (Ormas) yang berbau premanisme menuai polemik di masyarakat.
Bahkan pemerintah Kabupaten Badung melalui Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dengan tegas menolak ormas yang berbau pemanisme tersebut.
Penolakan Ormas tersebut kata Adi Arnawa tidak hanya di Badung namun juga di pulau Bali.
Baca juga: BERIKUT 18 Poin Tanggapan Gubernur Wayan Koster Soal Permasalahan Ormas di Bali
Hal itu diketahui, lantaran penolakan terhadap ormas ini juga telah disampaikan oleh Gubernur Bali Wayan Koster.
"Meski kami menolak, namun tidak seluruh ormas berbau premanisme. Tapi terkait dengan ini (ormas-red) saya kira sudah jelas apa yang disampaikan Gubernur Bali, jelas menolak tegas menolak ormas ini," ucapnya.
Apalagi, Gubernur Bali beserta jajaran telah mendeklarasikan terkait dengan penolakan ormas-ormas yang berbau premanisme.
Baca juga: Gubernur Koster Tanggapi Tentang Ormas di Bali, 298 Ormas Sudah Dapat SKT
Bupati asal Pecatu ini pun mendukung langkah aparat keamanan dalam membentuk satgas pemberantasan premanisme.
"Jadi semua ini sebagai langkah untuk pengamanan wilayah. Terlebih Kabupaten Badung sebagai daerah tujuan wisata sangat mementingkan keamanan dan kenyamanan, dari masyarakat maupun wisatawan," ucapnya.
Selaku Bupati, Adi Arnawa mengaku sangat mendukung langkah-langkah aparat keamanan dari TNI/Polri terkait dengan penegakan hukum, pengamanan, sekaligus dalam rangka menjaga wilayah ini dari premanisme.
Baca juga: SIKAP Jelas Gerindra Gianyar Ihwal Ormas Grib, Sudah Ada Aparat Negara dan Pecalang!
Sebelumnya, Gunernur Bali Wayan Koster juga telah menyatakan sikap terhadap aksi premanisme yang berselimut jubah ormas.
Ia menyebutkan, Bali tidak membutuhkan ormas nakal alias preman yang meresahkan warga dan mencoreng wajah pariwisata Bali.
Hal ini disampaikan Gunernur asal Sembiran tersebut saat meresmikan Bale Paruman Adhyaksa dan Bale Restorative Justice di Puspem Badung beberapa hari lalu.
"Bentuknya Ormas, tapi kelakuannya preman. Ini tidak bisa dibiarkan. Badung adalah jantung pariwisata. Kita tak bisa membiarkan ruang publik dirusak perilaku liar berkedok organisasi," imbuhnya. (*)
Berita lainnya di Ormas di Bali
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.