Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Makan Bergizi Gratis

Gianyar Baru Punya 2 Dapur MBG, Kebutuhan Sekitar 29 Dapur 

Gianyar masih membutuhkan banyak dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memenuhi kebutuhan gizi siswa.

Tayang:
Istimewa
PEMBERIAN MBG - Siswa di Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Bali saat menerima Makan Bergizi Gratis, belum lama ini. 

Gianyar Baru Punya 2 Dapur MBG, Kebutuhan Sekitar 29 Dapur 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Gianyar masih membutuhkan banyak dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memenuhi kebutuhan gizi siswa.

Saat ini, baru dua dapur MBG yang terealisasi, yaitu di Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati dan di Desa Blahbatuh, Kecamatan Blahbatuh.

"Sementara baru terealisasi dua dapur MBG, ini kita juga sedang kembangkan dapur MBG, baik yang memberi pelayanan secara mandiri atau yang di kelola pemerintah," jelas Sekda Gianyar, Dewa Alit Mudiarta, Jumat 23 Mei 2025.

Baca juga: Perdana di Buleleng, 15 Sekolah di Desa Dencarik Mulai Jalankan Program MBG

Dengan jumlah siswa sebanyak 101.150, Gianyar membutuhkan sekitar 29 dapur MBG yang tersebar di seluruh kecamatan.

Setiap dapur MBG dapat melayani sekitar 3.000-4.000 siswa.

Rincian jumlah sekolah dan siswa di Gianyar adalah sebagai berikut, untuk TK terdapat 158 sekolah dengan 9.446 siswa, untuk SD sebanyak sekolah 291 sekolah dengan jumlah siswa 43.715, untuk SMP terdapat 31 sekolah dengan 22.247 siswa, dan SMA sebanyak 11 sekolah dengan jumlah siswa 8.692.

Baca juga: VIDEO Kebakaran Hebat Melanda Gudang Pengasapan Daging Di Kuta Bali

Sekda Alit Mudiarta optimis bahwa realisasi dapur MBG tahun 2025 dapat tercapai.

"Dengan MBG ini juga, kebutuhan minimum gizi bagi siswa terpenuhi dan mewujudkan generasi yang sehat dan bebas stunting," harapnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Bali, banyak dari pengusaha kuliner yang tidak berani menjadi peserta dapur MBG, sebab mereka takut jika nantinya justru rugi jika telat bayar.

Baca juga: Sebanyak 328 Siswa SMPN 3 Denpasar Santap MBG Dari SPPG Polda Bali 

Sebab sudah menjadi buah bibir di masyarakat, jika bekerja sama dengan pemerintah, bisa berdampak riskan.

Sebab pemerintah kerap telat bayar.

"Mending saya jualan, gak berani kerjasama dengan pemerintah, takut gak dibayar, bukannya untung malah rugi," ujar seorang pengusaha kuliner yang enggan disebutkan namanya. (*)

 

Berita lainnya di Makan Bergizi Gratis

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved