Berita Gianyar

Cuaca Ekstrem, Hasil Tangkapan Nelayan Gianyar Terdampak, Keluhkan Tangkapan Lobster Turun Drastis

Menurut Hermanto, arus kencang menyebabkan lobster enggan keluar dari sarangnya, sehingga hasil tangkapan menurun.

istimewa
TANGKAP LOBSTER - Nelayan Pantai Lebih, Gianyar, Bali bersama lobster tangkapannya, belum lama ini. 

TRIBUN-BALI.COM - Cuaca ekstrim dengan angin kencang dan arus kuat di perairan Gianyar menyebabkan tangkapan lobster nelayan turun drastis.

Menurut nelayan Pantai Lebih, I Wayan Join Hermanto, hasil tangkapan lobster tahun ini turun sekitar 50 persen dibandingkan tahun lalu. 

"Kini hasil tangkapan turun drastis, bahkan ada yang pulang dengan tangan kosong. Hasil tangkapan turun sampai 50 persen dibanding tahun lalu," ujar Hermanto, Selasa (27/5).

Rata-rata tangkapan lobster saat ini hanya sekitar 1-2 kg dengan berat per ekor sekitar 4 ons. Harga lobster ukuran 4 ons dijual seharga Rp 300.000/kg, sedangkan ukuran lebih kecil dijual seharga Rp 100.000/kg. Jika mendapat hasil tangkapan lobster yang per ekornya 6 ons, harga pengepul bisa mencapai Rp 500.000/kg.

Baca juga: MAUT Cemburu, Jasad AA Terlentang Terbakar, Urusan Uang, Pelaku Ternyata Kekasih Sesama Jenis 

Baca juga: DEBITUR Wajib Miliki Agunan, OJK Izinkan Multifinance Salurkan Modal Usaha hingga Rp10 Miliar

Nelayan Pantai Lebih menangkap lobster dengan jaring di sekitar karang pesisir Lebih. Potensi tangkapan dengan jaring juga sangat berisiko, karena jaring bisa tersangkut di karang atau lobster kecil-kecil ikut tertangkap.

Menurut Hermanto, arus kencang menyebabkan lobster enggan keluar dari sarangnya, sehingga hasil tangkapan menurun. "Semoga bulan depan cuaca bisa bersahabat, ini nelayan sudah sejak lama paceklik tangkapan ikan," harap Hermanto.

Terkait cuaca ekstrem, Personel Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Gianyar terus menggencarkan patroli dialogis di kawasan pesisir guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Selain melakukan pemantauan situasi, personel Sat Polairud juga memberikan imbauan kamtibmas kepada para pengunjung pantai dan masyarakat yang sedang mencari batu sikat di pesisir agar selalu berhati-hati dalam beraktivitas, terutama saat kondisi air laut pasang.

Kasat Polairud Polres Gianyar, AKP I Ketut Nariawan menyampaikan bahwa kegiatan patroli dialogis ini akan terus dilakukan secara rutin sebagai langkah preventif dan responsif terhadap situasi kamtibmas di wilayah perairan Gianyar.

"Kegiatan patroli pesisir ini merupakan upaya kami untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya di wilayah pesisir. Selain itu, melalui pendekatan dialogis, kami ingin membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat agar turut serta dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing," ujar AKP Nariawan. (weg)

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved