Rabies di Bali
916 Kasus Gigitan HPR di Karangasem, Vaksinasi Anjing Masih 43,15 Persen
Pemkab Karangasem terus menggencarkan cakupan vaksinasi terhadap hewan penular rabies (HPR).
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
916 Kasus Gigitan HPR di Karangasem, Vaksinasi Anjing Masih 43,15 Persen
TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Pemkab Karangasem terus menggencarkan cakupan vaksinasi terhadap hewan penular rabies (HPR).
Hal ini karena masih maraknya kasus gigitan hewan penular rabies, terutama anjing liar.
Berdasarkan data terakhir, estimasi populasi anjing di Kabupaten Karangasem saat ini mencapai 78.975 ekor, dengan capaian vaksinasi baru sekitar 43,15 persen atau 34.077 ekor.
Baca juga: Tambah 3 Kasus Positif di Jembrana, Anjing Serang Warga Sumbersari Positif Rabies
Sementara untuk gigitan HPR, hingga Minggu (15/6/2025) tercatat 961 kasus, dengan 24 kasus rabies positif pada hewan penular rabies (HPR).
"Selain vaksinasi, pemerintah juga terus melakukan eliminasi hewan berisiko, dengan total 106 ekor yang telah dieliminasi dan 1.111 ekor dikontrol melalui depopulasi," ujar Kasi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem, I Gede Eka Putra.
Dengan persentase yang masih 43,15 persen, vaksiansi terhadap HPR akan semakin digencarkan. Stok vaksin rabies di Kabupaten Karangasem saat ini masih tersedia sebanyak 14.834 dosis.
Baca juga: Ada 9 Kasus Gigitan HPR, Badung Masih Ditemukan Kasus Serangan Anjing Rabies
"Melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan cakupan vaksinasi dapat terus ditingkatkan dan risiko penyebaran rabies dapat ditekan secara signifikan," ungkapnya.
Menurutnya saaat ini masyarakat kian antusias warga untuk memvaksin hewan peliharaannya. Hal ini terlihat dalam kegiatan vaksinasi dan depopulasi hewan penular rabies (HPR) yang dilaksanakan oleh Distan Karangasem besama yayasan Seva Bhuana di Banjar Dinas Geriana Kangin, Desa Duda Utara, Kecamatan Selat, Karangasem, Jumat (13/6/2025) lalu.
Selain vaksinasi, mereka juga mengikuti program depopulasi melalui kastrasi dan sterilisasi.
Baca juga: Satu Orang Lagi Diserang Anjing Liar, Petugas Gelar Vaksinasi Rabies Emergency
"Kami sudah menanti program seperti ini, karena kami juga khawatir hewan peliharaan kami tertular rabies jika telat mendapatkan vaksin."
"Semoga bisa dilaksanakam secara rutin untuk vaksin dan depopulasi ini," kata salah seorang warga setempat Gede Tawan. (*)
Berita lainnya di Rabies di Bali
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.