Berita Buleleng

Kejar Target Kelas Rawat Inap Standar, RSUD Buleleng Bali Baru Rampungkan 40 Persen

Kata dr. Arya, sampai saat ini baru 40 persen kamar di RSUD Buleleng yang telah disesuaikan dengan standar KRIS. 

Tribun Bali/ Muhammad Fredey Mercury
Beri keterangan - Direktur RSUD Buleleng, dr. Putu Arya Nugraha. Ia mengatakan saat ini RSUD Buleleng terus berproses menyesuaikan standar kamar perawatan sesuai KRIS. Kejar Target Kelas Rawat Inap Standar, RSUD Buleleng Bali Baru Rampungkan 40 Persen 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng tengah berproses mengubah kamar perawatan, agar sesuai dengan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS). 

Butuh dana besar untuk mengubah sejumlah kamar eksisting agar sesuai standar yang ditetapkan pemerintah ini. 

Direktur RSUD Buleleng, dr. Putu Arya Nugraha mengungkapkan, maksud dari Kemenkes menerapkan KRIS adalah untuk meningkatkan standar kenyamanan dan keselamatan pasien. 

Penerapan KRIS awalnya di rencanakan bulan Juli 2025. 

Baca juga: RSUD Buleleng Bali Buka Ruang Rawat Inap Bagi Pasien Gangguan Kesehatan Jiwa

Hanya saja rencana ini akhirnya diundur ke bulan Desember 2025. 

Sebab pemerintah melihat kesiapan rumah sakit di Indonesia secara umum belum bisa menerapkan di Juli. 

"Kami sebagai salah satu rumah sakit di bawah naungan Kemenkes, RSUD Buleleng harus terus mengarah ke KRIS," ucapnya, Selasa 24 Juni 2025. 

Kata dr. Arya, sampai saat ini baru 40 persen kamar di RSUD Buleleng yang telah disesuaikan dengan standar KRIS. 

Pihaknya tak memungkiri untuk mengubah seluruhnya dibutuhkan waktu. 

Termasuk juga anggaran yang cukup besar, terlebih pada gedung-gedung yang telah eksisting. 

Sesuai standar KRIS, jelasnya, satu kamar maksimal memiliki empat bed dengan satu kamar mandi dalam. 

Fasilitas lain yang perlu dipenuhi yakni perangkat pendingin ruang (AC) dan emergency call. 

Diakui untuk penyesuaian bed, tidak ada masalah. 

Sebab sebelum ada kebijakan KRIS, RSUD Buleleng telah menerapkan empat bed tiap kamar rawat inap sejak pandemi Covid lalu. 

"Memang dulu untuk ruang rawat inap kelas 3, satu kamar ada yang isinya enam bed, ada pula yang 16 bed. Tapi itu sudah kami kurangi sebelum ada KRIS, yakni saat pandemi Covid menjadi empat bed," ujarnya.  

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved