Bandara Bali Utara

UANG Darimana? Gubernur Koster dan Sutjidra Tanggapi Isu Pembangunan Bandara Bali Utara!

Rencana pembangunan Bandara Bali Utara ini pun masih tersendat karena infrastruktur menuju Bandara tersebut belum memadai.

ISTIMEWA
SOSOK - Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster meragukan PT. BIBU dapat membangun Bandara Bali Utara karena terbentur dengan dana. 

Menurutnya, Pemkab Buleleng mendapat banyak keuntungan dengan pembangunan Bandara Bali Utara. Salah satunya lowongan kerja bagi masyarakat Buleleng dan sekitarnya akan lebih terbuka. Demikian pula bagi pelaku bisnis. Menurut Ngurah Arya dengan pembangunan Bandara Bali Utara, investasi di Bali akan lebih menyebar. Termasuk perkembangan destinasi wisata.

“Dari Buleleng wisatawan maupun investor akan berpencar mencari daerah lain untuk dikunjungi. Dengan demikian Kabupaten tetangga seperti Jembrana, Karangasem, termasuk Bangli bisa ikut berkembang,” katanya. 

Sebelumnya, Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin, mendatangi Puri Agung Blahbatuh, Gianyar, Kamis (26/6). Dalam kedatangannya itu, Cak Imin menerima tanda kehormatan sebagai keluarga Puri Agung Blahbatuh. Selain itu, kedatangan Cak Imin yang disambut 13 para panglingsir dari 17 puri se-Bali dan tokoh masyarakat Buleleng.

Pejabat asal Jawa Timur itu menegaskan sebagai daerah maju, maka Bali harus memiliki akses yang baik antar kabupaten/kota di Bali. Karena itu, menurut dia, Bali tidak cukup hanya memiliki satu bandara. “Dalam negara yang maju, akses itu harus terpenuhi. Karena itu, harus ada dua bandara di Bali,” tandasnya. 

Direktur PT Bandara Internasional Bali Utara (BIBU) Panji Sakti, Erwanto Sad Adiatmoko Hariwibowo mengatakan anggaran yang akan digunakan dalam membangun bersumber dari investor China.

Diungkapkan anggaran tersebut mencapai Rp 50 triliun. Irwan mengatakan, dalam penlok yang diserahkan ke Menteri Perhubungan, dirinya tidak hanya membuat bandara, tetapi jalan tol dari Denpasar menuju Buleleng dengan melewati wilayah Kabupaten Gianyar, Bangli dan Tabanan. 

“Draf penlok sudah ada di Menteri Perhubungan tinggal diturunkan. Kami berharap pada Pak Menko agar menelepon Menteri Perhubungan agar segera turun. Kami sudah bersurat pada Pak Presiden untuk segera dilakukan ground breaking,” ujar Irwan. (sar/mer/weg)

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved