Kapal Tenggelam di Selat Bali

Hari Ke-6 Pencarian KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali: 38 Korban Sudah Ditemukan, 27 Masih Hilang

Hari Ke-6 Pencarian KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali: 38 Korban Sudah Ditemukan, 27 Masih Hilang

Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Putu Kartika Viktriani
istimewa
TANGKAP LAYAR - Tangkap layar proses pencarian dan evakuasi korban KMP Tunu Pratama Jaya. Hari Ke-6 Pencarian KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali: 38 Korban Sudah Ditemukan, 27 Masih Hilang 

NEGARA, TRIBUN-BALI.COM – Memasuki hari kelima operasi pencarian korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, jumlah korban yang berhasil ditemukan terus bertambah.

Hingga Senin 7 Juli 2025 sore, total 38 orang korban sudah ditemukan oleh tim SAR gabungan.

Dari jumlah tersebut, 30 penumpang dinyatakan selamat, sedangkan 8 penumpang lainnya meninggal dunia, termasuk seorang balita berusia 3 tahun.

Sementara itu, 27 penumpang masih dalam pencarian dan belum ditemukan hingga saat ini.

Proses Identifikasi Korban Terus Berjalan

Hari ini, keluarga dari korban yang teridentifikasi bernama I Kadek Oka (51), warga Desa/Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali, datang ke Posko SAR Gabungan Gilimanuk.

 

Rombongan keluarga yang terdiri dari istri korban Ni Nyoman Griya Rangkani (54), putranya, serta adik dan ipar korban langsung melanjutkan perjalanan ke Banyuwangi.

Mereka didampingi petugas dan dikawal mobil patroli untuk mengecek jenazah di RSUD Blambangan.

Baca juga: BREAKING NEWS! I Kadek Oka Asal Klungkung Teridentifikasi, Korban KMP Tunu Tenggelam di Selat Bali

"Pihak keluarga hanya berkoordinasi terkait proses serta mekanisme penjemputan dengan kami, termasuk pengurusan asuransi," ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali), I Nyoman Sidakarya, Senin 7 Juni 2025.

Selain jenazah I Kadek Oka, satu jenazah lainnya juga masih dalam proses identifikasi oleh tim gabungan di RSUD Blambangan.

27 Korban Masih Dicari, Pencarian Terus Dilanjutkan

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI AL, Polri, relawan dan unsur terkait masih terus melakukan pencarian intensif.

Operasi dilakukan melalui penyisiran laut, pemantauan udara, serta menggunakan teknologi sonar dan ROV di bawah laut.

"Saat ini sedang berangkat ke Ketapang untuk menuju RSUD Blambangan mengecek korban," tambah Sidakarya.

Pencarian akan terus dilanjutkan hingga tujuh hari sesuai prosedur SAR, dengan harapan seluruh korban dapat ditemukan sesegera mungkin.

(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved