Kapal Tenggelam di Selat Bali
BANGKAI Kapal Diduga Berjarak 30 M dari Kabel Laut, PLN Waspada Gangguan Pasokan Listrik ke Bali!
Selain itu, progres pencarian korban juga menunjukkan hasil setelah ditemukan dua jenazah di perairan Bali pada Rabu pagi.
Penulis: Kambali | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Bangkai Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya, yang tenggelam di Selat Bali diduga bergeser sejauh 1 kilometer dari titik awal laporan kecelakaan kapal (LKK).
Pencarian menggunakan sensor sonar KRI Pulau Fanildo, menunjukkan lokasi diduga KMP Tunu berjarak sekitar 1,3 sampai 1,5 nautical mile (nm) dari titik tenggelam ke arah selatan.
Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) Koarmada II Laksma TNI Endra Hartono menjelaskan, objek diduga kapal berada di kedalaman sekitar 49 meter dari atas permukaan laut.
Lokasinya berjarak sekitar 30 meter dari kabel bawah laut milik PLN, yang merupakan kabel penyuplai energi ke Bali.
Baca juga: 2 JENAZAH Korban KMP Tunu Pratama Jaya Diidentifikasi di RSUD Blambangan, Anif Lihat Pelampung
Baca juga: KARAMNYA KMP Tunu Pratama Dinilai Coreng Citra Pariwisata Bali? Simak Alasannya Berikut Ini
Ia mengatakan, tim bawah laut juga telah menurunkan kamera untuk merekam gambar kapal. Sayangnya, kamera hanya bertahan di kedalaman 35 meter. Setelah itu, kamera bawah laut hanyut terbawa derasnya arus di Selat Bali.
“Sehingga kamera tidak bisa terdeteksi. Tapi sebelum hanyut, kami masih bisa melihat objek yang ada di bawah air,” kata Endra, dalam jumpa pers Rabu, (9/7) malam.
Hasil rekaman kamera tersebut menunjukkan, objek menyerupai bangkai kapal terlihat samar. Objek tersebut diduga kuat adalah KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam delapan hari sebelumnya.
Endra menjelaskan, pencarian bangkai kapal akan dimaksimalkan dalam pencarian berikutnya dengan turunnya KRI Spica. KRI tersebut saat ini sudah berada di Selat Bali dan siap membantu pencarian bangkai kapal.
“Nanti akan langsung memindai bawah air sehingga kami harapkan nantinya sudah akan lebih memperjelas dan memperkuat objek yang ada di bawah laut,” tambahnya.
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas R Eko Suyatno menambahkan, hasil tersebut menunjukkan adanya progres terkait aktivitas pencarian di bawah air.
Selain itu, progres pencarian korban juga menunjukkan hasil setelah ditemukan dua jenazah di perairan Bali pada Rabu pagi.
“Sudah ada kemajuan dari progres kegiatan kita dalam operasi SAR. baik itu dari SRU darat, SRU laut, dan SRU underwater. Sementara SRU udara masih kami standby-kan untuk sambil menunggu operasi penyelaman ada,” tambah dia seperti dikutip dari Tribunjatim-timur.com.
Sementara itu, Senior manager pemeliharaan transmisi PT PLN Unit Induk Transmisi (UIT) Jawa bagian timur dan Bali, Inda Puspanugraha saat jumpa pers bersama Basarnas di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Rabu (9/7). “Saat kejadian awal, posisi kapal 1,3 km dari kabel laut. Saat ini jarak (kapal) dari kabel laut (sejauh) 30 meter,” kata Inda.
Saat ini PLN terus melakukan pantauan dari hari ke hari untuk memastikan kondisi kapal tidak mengganggu kabel laut yang disebutnya dapat mengurangi pasokan listrik ke pulau Bali.
PLN juga berupaya untuk memastikan segala proses pencarian bangkai KMP Tunu Pratama Jaya tidak berdampak pada kerusakan kabel laut. Sehingga PLN dapat yakin pasokan listrik ke Bali berjalan dengan baik.
| Diduga Korban KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam, 2 Mayat Tanpa Identitas Dibawa ke RSUD Blambangan |
|
|---|
| Intensifkan Patroli Laut Pasca Temuan Mayat Diduga Korban KMP Tunu di Bali, Nelayan Diminta Melapor |
|
|---|
| Jenazah Diduga Korban KMP Tunu Masih Dititip di RSU Negara Bali, Tes DNA Perlu Waktu Lama |
|
|---|
| 2 Jenazah Diduga Korban KMP Tunu Tenggelam Ditemukan di Perairan Selat Bali, Kondisi Tidak Utuh |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Penemuan Mayat di Perairan Selat Bali, Diduga Korban KMP Tunu Pratama Jaya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/edrjhnrtfgjtmkyudl.jpg)