Kecelakaan di Bangli

SOPIR Truk Maut di Kintamani Terungkap! Dirlantas Polda Bali: Rem Blong dan Ingatkan Hal Ini 

Diketahui saat ini jenazah para korban termasuk sopir truk tanpa identitas tersebut, masih dititipkan di RSUD Bangli.

Istimewa
RINGSEK - Kondisi mobil Feroza yang dikendarai Garsana (35) ringsek saat kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di Jalan Raya Kintamani - Bangli kawasan Banjar Bangklet, Desa Kayubihi, Kabupaten Bangli, Bali, Kamis 10 Juli. Garsana tewas di tempat dalam kejadian ini. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Dirlantas Polda Bali, Kombes Pol Turmudi, mendatangi TKP kecelakaan maut di jalur Kintamani - Bangli, tepatnya di kawasan Bangklet, Desa Kayubihi, Kecamatan Bangli, Kamis 10 Juli 2025 sore.

Ia pun memastikan agar anggotanya telah menangani kasus ini dengan baik. Berdasarkan hasil olah TKP, kata dia, dugaan awal kecelakaan terjadi akibat truk mengalami rem blong.

"Dugaan awal, kejadiannya karena truk mengalami rem blong dan jalan turunan yang relatif panjang," ujarnya.

Kombes Turmudi mengimbau pada pengendara, supaya selalu memeriksa kondisi rem kendaraannya. Dan bagi pengendara truk muatan, supaya jangan sekali-kali membawa muatan melebihi kapasitas. Sebab banyak kasus kecelakaan terjadi, akibat muatan over kapasitas. 

"Kami imbau pada pengendara agar selalu memeriksa kondisi kendaraannya, dan jangan membawa muatan melebihi kapasitas," ujarnya. 

Diketahui saat ini jenazah para korban termasuk sopir truk tanpa identitas tersebut, masih dititipkan di RSUD Bangli.

Aparat kepolisian pun saat ini tengah mencari identitas supir truk. Diketahui bahwa pemilik perusahaan semen yang diangkut si sopir, berada di Singaraja. 

Baca juga: TRUK Tabrak Kendaraan & Rumah Warga Akibat Rem Blong di Kintamani, 4 Orang Meninggal Dunia!

Baca juga: TEWAS Tersetrum Listrik Saat Perbaiki Rumah di Kubutambahan, Jenazah Wirba Digotong Warga 

RINGSEK - Kondisi mobil Feroza yang dikendarai Garsana (35) ringsek saat kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di Jalan Raya Kintamani - Bangli kawasan Banjar Bangklet, Desa Kayubihi, Kabupaten Bangli, Bali, Kamis 10 Juli. Garsana tewas di tempat dalam kejadian ini.
RINGSEK - Kondisi mobil Feroza yang dikendarai Garsana (35) ringsek saat kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di Jalan Raya Kintamani - Bangli kawasan Banjar Bangklet, Desa Kayubihi, Kabupaten Bangli, Bali, Kamis 10 Juli. Garsana tewas di tempat dalam kejadian ini. (Istimewa)

Akhirnya Identitas Terungkap 

Setelah tewas tanpa identitas, sopir truk mau kecelakaan lalu lintas jalur Kintamani - Bangli wilayah Bangklet, Desa Kayubihi, Kecamatan Bangli akhirnya terungkap.

Berdasarkan data Mapolres Bangli, Kamis 10 Juli 2025, sopir tersebut bernama Siswanto (54) asal Jalan Jenggala, Desa Gedangan, Sidoarjo, Jawa timur. 

Berdasarkan informasi dari sejumlah sopir angkutan barang, diketahui bahwa Siswanto merupakan sopir pengalaman, yang sudah sering membawa semen ke daerah Bangli. Biasanya dia membawa semen sebanyak 300 sak. 

Total korban dalam peristiwa ini sebanyak tujuh orang. Dari total tersebut, sebanyak empat orang meninggal dunia termasuk Siswanto.

Selain korban fisik dan nyawa, beberapa dari mereka juga merupakan korban materiil seperti kerusakan kendaraan karena diserempet atau ditabrak.

Adapun para korban, mulai dari pengemudi mobil Suzuki AVP nomer polisi DK 1961 ACA atas nama I Nengah Tingkah (42) asal Banjar Palaktiying, Desa Landih, Kabupaten Bangli. Lalu ada pengemudi mobil Isuzu Elf nopol DK 8103 GZ atas nama Pak Manya asal Banjar Palatiying.

Pemilik mobil Daihatsu Feroza nopol DK 1435 AAQ atas nama I Wayan Garsana (35) asal Banjar Bunteh, Desa Kerta, Kecamatan Payangan, Gianyar. Lalu ada pemilik mobil Toyota Avanza nopol DK 1671 ST atas nama I Nengah Mertayasa (45) asal Banjar Kayang, Desa Kayubihi.

Lalu ada, seorang pejalan kaki atas nama Ni Nengah Rania (71) asal Banjar Palaktiying. Penghuni rumah di Banjar Bangklet atas nama I Nengah Resep (73), dan terakhir seorang pengendara sepeda motor. Namun polisi tak merinci identitasnya. 

Plt Kasi Humas Polres Bangli, Ipda Gede Gumiliarta menjelaskan, kejadian berawal dari mobil Truck Mitsubishi Fuso nopol BK 8705 EM yang dikemukakan oleh Siswanto datang dari arah utara (Kintamani) menuju ke arah selatan (Bangli), kemudian setelah sampai di kawasan Banjar Palaktiying truck tersebut mengalami rem blong sehingga pengemudi tidak bisa mengendalikan kendaraannya.

Kemudian menyerempet bagian kanan dari mobil Suzuki AVP, yang datang dari arah selatan, kemudian truck terus melaju ke arah selatan lalu menyerempet kembali mobil Isuzu Elf yang parkir di bahu jalan sebelah barat, kemudian menabrak pejalan kaki bernama Ni Nengah Rania.

Kemudian truck terus melaju ke arah selatan sampai di Banjar Bangklet, menabrak mobil Daihatsu Feroza nopol DK 1435 AAQ yang berada di depannya sampai mengenai mobil Toyota Avanza yang parkir di bahu jalan sebelah timur. Kemudian truck terhenti setelah menabrak rumah yang berada di timur jalan.

Akibat kejadian itu, pengemudi APV mengalami luka lecet pada siku kanan, dan dalam kondisi sadar. Pejalan kaki meninggal di tempat, pengemudi Feroza juga meninggal di tempat, termasuk Siswanto dan Nengah Resep tewas di tempat. "Total ada empat orang yang meninggal dunia, satu orang luka ringan dan satu orang pengendara motor mengalami luka berat," ujarnya.(*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved