Berita Buleleng

TEWAS Tersetrum Listrik Saat Perbaiki Rumah di Kubutambahan, Jenazah Wirba Digotong Warga 

Ia mendapati kondisi kakaknya sudah dalam keadaan terlentang mengadah, dengan gerinda berada di atasnya.

ISTIMEWA
Evakuasi - Jenazah Gede Wirba saat dievakuasi menuju rumah duka. Lansia 60 tahun itu tersetrum saat memperbaiki rumah. 

TRIBUN-BALI.COM - Masyarakat di Banjar Dinas Lodguwuh, Desa Bulian, Kecamatan Kubutambahan, dibuat heboh pada Rabu (9/7/2025) pagi.

Sebab salah satu warga bernama Gede Wirba, dikabarkan meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik. Informasi yang dihimpun, peristiwa ini berawal saat Gede Wirba melakukan pekerjaan perbaikan rumah pukul 07.00 WITA.

Wirba yang juga Ketua Balai Pembinaan Iman (BPI) Desa Bulian ini, melakukan pekerjaan perbaikan rumah seorang diri, menggunakan peralatan tukang seperti gerinda. Sebab lansia 60 tahun itu hendak memotong genteng metal (spandek). 

Baca juga: PERTANDA Sebelum Putu Mertayasa Berangkat Kerja, Cerita Istri Korban KMP Tunu Pratama

Baca juga: Isak Tangis Iringi Pengabenan Korban KMP Tunu Pratama Jaya Kadek Oka di Klungkung 

Namun sekitar 25 menit berselang, suara gerinda tak lagi terdengar. Sang adik bernama I Ketut Wirdana yang tinggal di sebelah rumah Gede Wirba, kemudian keluar rumah untuk mengecek keberadaan kakaknya. 

Ia mendapati kondisi kakaknya sudah dalam keadaan terlentang mengadah, dengan gerinda berada di atasnya.

Wirdana segera memanggil anak Wirba, untuk mengangkat tubuhnya ke rumah. Peristiwa ini pun dilaporkan ke Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa setempat untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dikatakan, selain sebagai ketua BPI, Wirba juga merupakan tukang bangunan.

Lanjutnya, pasca dilaporkan tim medis Puskemas Kubutambahan 1 segera dihubungi untuk melakukan pemeriksaan. Hasilnya, Wirba mengalami luka bakar pada sejumlah titik.

"Hasil pemeriksaan terdapat bekas luka bakar di bagian pinggang, lutut dan pergelangan kaki serta keluar darah dari hidung. Tim medis juga tidak menemukan tanda kekerasan, sehingga korban dinyatakan murni meninggal karena tersetrum listrik," ucapnya.

Iptu Yohana menambahkan, pihak keluarga menerima dan mengikhlaskan kematian Wirba sebagai musibah. "Sedangkan mengenai pemakaman, pihak keluarga masih melakukan koordinasi dengan Gereja Pancaran Kasih Desa Bungkulan," tandasnya. (mer)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved