Berita Gianyar
Respon Kelangkaan Gas Melon, Disperindag Gianyar Bali Gelar Operasi Pasar
Operasi pasar kembali digelar di Desa Lebih, Kecamatan Gianyar, Selasa 5 Agustus 2025.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Sejak beberapa pekan ini, keberadaan gas elpiji 3 kilogram atau gas melon, kembali langka di Kabupaten Gianyar, Bali.
Hal tersebut menyebabkan masyarakat kembali berburu gas melon.
Pemandangan ini hampir terlihat setiap pagi, siang maupun malam hari.
Di lain sisi, penyebab kelangkaan ini pun belum diketahui.
Baca juga: Astika Keliling Tak Temukan Elpiji 3 Kg, Disperindag Klungkung Akan Operasi Pasar Antisipasi
Namun demikian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gianyar, pun telah melakukan operasi pasar.
Operasi pasar telah dilakukan di Pasar Sayan, Kecamatan Ubud, pada Minggu 3 Agustus 2025.
Mereka membawa satu pickup gas melon, dan langsung ludes. Banyak masyarakat yang tak mendapat.
Operasi pasar kembali digelar di Desa Lebih, Kecamatan Gianyar, Selasa 5 Agustus 2025.
Sebanyak 100 tabung gas LPG 3 Kg habis tersalurkan tak lebih dari dua jam.
Dalam penyaluran itu, masing-masing kepala keluarga (KK) mendapat jatah satu tabung.
Plt. Kabid Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Disperindag Gianyar, Dewa Nyoman Raka, hadir langsung untuk memantau jalannya kegiatan bersama para Kepala Lingkungan se-Desa Lebih dan staf dari PT. Putri Dewata Sari.
Dewa Raka mengatakan, agar gas melon yang disalurkan ini tepat sasaran, sebelum menerima tabung gas, warga terlebih dahulu melakukan pendaftaran dengan membawa KTP elektronik yang kemudian diverifikasi melalui aplikasi MyPertamina - Subsidi Tepat.
"Hanya warga yang telah terdaftar dalam aplikasi tersebut yang bisa melakukan transaksi pembelian gas bersubsidi, di mana untuk satu tabung seharga Rp18.000 sesuai standar harga Pertamina," ujar Dewa Raka.
Terkait penyebab kelangkaan gas melon, Dewa Raka mengatakan, hingga saat ini belum diketahui, dan masih diselidiki pihak berwajib.
Namun ia menegaskan, dari pihak Pertamina menyebut distribusi gas melon masih normal.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.