Berita Denpasar
Berawal Cekcok di Meja Makan, Perkelahian Antar WNA di Sanur Bali Berakhir Damai
Polsek Denpasar Selatan telah melakukan koordinasi dan bersurat dengan konsulat yang ada di Denpasar
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Viral di media sosial perkelahian antar turis asing (WNA) hingga bersimbah darah di sebuah restoran di Jalan Hangtuah, Sanur, Denpasar Selatan, Denpasar, Bali.
Kasus tersebut telah berakhir dengan damai di Mapolsek Denpasar Selatan.
Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi menyebutkan ada empat orang yang terlibat dalam kejadian ini.
Mereka adalah ZQ (28, perempuan), NY (28, perempuan) yang menjadi korban kekerasan, sedangkan di pihak lain adalah MY (30, perempuan) dan DY (33, laki-laki) pelaku kekerasan.
Baca juga: 4 WNA Terlibat Perkelahian di Sanur Bali, Polsek Denpasar Selatan Jembati Mediasi
ZQ dan NY baru sandar dari Pelabuhan Matahari Terbit di Sanur, tiba dari berlibur di Nusa Penida, dan makan malam di Sanur, Senin 4 Agustus 2025.
"Mulanya WNA ini (korban,-Red) duduk di meja 1 dan WNA lain di meja 2, setelah duduk dan memesan makanan, terjadi perdebatan keributan antara mereka hingga terjadi perkelahian," ujar AKP Sukadi, pada Minggu 10 Agustus 2025.
Informasi yang dihimpun Tribun Bali, keributan mereka dipicu hanya karena masalah sepele, MY dan DY terganggu dengan suara obrolan ZQ dan NY saat memesan makanan.
Petugas Kepolisian dari Unit reskrim Polsek Denpasar Selatan yang mendapat laporan telah melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti serta mengecek WNA yang terlibat perkelahian di Rumah Sakit Internasional Sanur.
"Melakukan pemeriksaan oleh penyidik Unit Reskrim Polsek Denpasar Selatan terhadap para saksi yang melakukan keributan di restoran, total 7 orang saksi," bebernya.
Polsek Denpasar Selatan juga telah melakukan koordinasi dan bersurat dengan konsulat yang ada di Denpasar, selanjutnya melakukan mediasi dengan menghadirkan konsulat China beserta kedua belah pihak WNA, pada Rabu 6 Agustus 2025.
"Kedua belah pihak telah menyadari kesalahannya dan berdamai serta WNA yang membuat keributan tersebut meminta maaf kepada masyarakat Bali atas kegaduhan yang terjadi," pungkasnya.
Kumpulan Artikel Bali
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.