Berita Bali
Langka Lagi, Masyarakat Pusing Cari Gas LPG 3 Kg Dewan Minta Penggunaan Gas Dihemat
Masyarakat harus berlomba-lomba mencari Gas LPG 3 Kilogram, padahal kuota dari yang ia dengar tak ada pengurangan.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Masyarakat khususnya di Kota Denpasar kembali dipusingkan dengan langkanya Gas LPG 3 Kilogram.
Langkanya Gas LPG 3 Kilogram ini telah terjadi hampir tiga bulan lamanya.
Tanggapi hal tersebut, Ketua Komisi III DPRD Bali, I Nyoman Suyasa mengatakan, terdapat beberapa penyebab mengapa Gas LPG 3 Kilogram ini kembali alami kelangkaan.
Sebabnya, sistem distribusinya yang belum tepat, kemudian ada pengurangan kuota, juga peningkatan jumlah permintaan masyarakat.
“Karena ada disparitas harga yang berbeda antara subsidi dan non-subsidi, sehingga masyarakat kelas menengah ke atas ramai juga mencari Gas LPG subsidi, dan itu yang paling berpengaruh, karena ada disparitas harga itu yang menyebabkan semua beralih ke subsidi, sehingga begitu gas LPG 3 Kilogram sampai di pangkalan resmi itu udah habis katanya,” ungkapnya, Kamis 14 Agustus 2025.
Baca juga: Respon Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg Di Denpasar Bali, Pemkot Akan Gelar Pasar Murah Pada 17 Agustus
Sehingga masyarakat harus berlomba-lomba mencari Gas LPG 3 Kilogram, padahal kuota dari yang ia dengar tak ada pengurangan.
Diakuinya permintaan masyarakat yang sangat banyak, karena ada usaha-usaha yang semestinya tidak berhak mendapatkan Gas LPG 3 Kilogram, namun tetap memakai gas yang bersubsidi seperti laundry dan juga restoran.
“Nah ini harus segera diatasi oleh pemerintah, dalam hal ini kan Pertamina, ya harus Pertamina lebih giat melakukan pengawasan di lapangan, yang berikutnya mungkin, yang dulu kan ada penggunaan KTP itu, nah itu bisa juga lebih dipertegas lagi, penggunaan 1 KTP 1 gas itu juga menjadi salah satu cara untuk mengatasi ini,” bebernya.
Intinya, pengawasan penggunaan Gas LPG 3 Kilogram jangan sampai pelaku-pelaku usaha yang seharusnya tidak mendapatkan LPG subsidi itu, pada akhirnya mereka juga dapat menggunakan.
Ia pun memberikan solusi pada masyarakat agar lebih berhemat menggunakan Gas LPG 3 Kilogram.
“Ya solusinya masyarakat harus benar-benar mencari gas LPG itu di pangkalan resmi, yang harganya pasti sesuai dengan harga di pasaran, tentunya masyarakat harus dalam hal penggunaan, harus hemat penggunaan gas, bahwa memang gas susah dicari harus hemat, yang harus dilakukan oleh pemerintah, memang harus ada satu operasi pasar, sistem retribusi itu harus tepat, jangan sampai salah sasaran,” kata dia.
Sedangkan untuk kecurigaan apakah ada gas lagi yang sedang dioplos, Suyasa mengatakan tak dapat mengomentari hal tersebut, karena belum mengetahui.
“Dalam waktu dekat, kebetulan ini kan leading sektor di komisi tiga, jadi mungkin kita akan rencana panggil Pertamina, besok saya diskusikan dengan teman-teman, kapan seharusnya saya adakan hearing dengan Pertamina, sebagai penyalur resmi LPG, saya diskusi dengan teman-teman, kapan seharusnya saya panggil Pertamina Bali, untuk menanyakan kenapa sampai tiga bulan begini, jadi kelangkang gas itu,” tutupnya.
Kumpulan Artikel Denpasar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/swbhgedsrjnredtmkjr.jpg)