Sponsored Content
VinFast Bidik Bali Utara Jadi Pusat Pertumbuhan Ekosistem Kendaraan Listrik
Singaraja memiliki potensi ekonomi yang besar ditopang dengan sektor pendidikan dan pariwisata.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Produsen mobil listrik asal Vietnam, VinFast melirik Singaraja sebagai salah satu pusat pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Bali.
Hal ini diungkapkan CEO VinFast Bali, Ni Nyoman Ayu Cyntia Diantari saat memberikan sambutan dalam acara grand opening gerai kedua VinFast di Bali, Jumat 29 Agustus 2025.
Cintya pada kesempatan itu mengungkapkan, kehadiran VinFast bukan sekadar menjual produk, melainkan mendorong peningkatan standar ekosistem kendaraan listrik di Pulau Dewata.
Hingga kini, sudah tersedia lebih dari 40 titik pengisian daya di Bali, termasuk di Singaraja.
Baca juga: Mobil Listrik Masuk Standar Harga Nasional, Pemkab Gianyar Bali Segera Susun Perbup
Jumlah itu dipastikan akan terus bertambah seiring dengan peningkatan kebutuhan.
Dikatakan pula, kehadiran VinFast di Singaraja memiliki arti yang luas.
Singaraja memiliki potensi ekonomi yang besar ditopang dengan sektor pendidikan dan pariwisata.
Terlebih dalam waktu dekat dipastikan akan dibangun Bandara Internasional Bali Utara.
"Kami yakini Singaraja akan menjadi pusat pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di Bali Utara," tegasnya.
Pada kesempatan itu, Cintya juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi Bali dan Kabupaten Buleleng atas dukungannya terhadap Vinfast.
Besar harapan pihaknya untuk percepatan adopsi kendaraan listrik di Bali.
Sementara itu, Chief Executive Officer Vinfast Trading Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto mengungkapkan, VinFast yang dimiliki sepenuhnya oleh Vingroup, baru beralih penuh ke produksi mobil listrik sejak 2021, namun kini sudah menduduki peringkat pertama di pasar Vietnam.
Selama empat tahun terakhir, VinFast melakukan ekspansi secara global dimulai dari Amerika, Kanada, Eropa, hingga kawasan Asia.
Khususnya di Asia, VinFast membidik pasar strategis yakni Indonesia, India, dan Filipina.
Untuk di Indonesia, lanjutnya, VinFast baru diperkenalkan April 2024 dan mulai berjualan di Juli 2024.
Walaupun tergolong pemain baru di dunia otomotif, namun Vingrup melalui VinFast benar-benar serius untuk berkembang di Indonesia.
"Buktinya dalam setahun, kami telah memiliki 29 gerai yang tersebar di seluruh Indonesia. Tak hanya itu, kami juga hadir dengan berbagai ekosistem kendaraan listrik yang sedang kami bangun," ujarnya.
Ekosistem pertama yakni membangun pabrik di atas lahan 170 hektare di daerah Subang, Jawa Barat.
Pabrik ini dijadwalkan beroperasi pada Desember 2025 dan akan menyerap banyak tenaga kerja.
Selain itu VinFast juga punya perusahaan V-Green, yang bergerak untuk penyediaan charging kendaraan listrik. Fasilitas ini bahkan sudah tersedia di kantor pos seluruh Indonesia.
Tak hanya itu, VinFast juga memiliki perusahaan khusus yang menangani mobil bekas.
Pria yang akrab disapa Kerry ini menjelaskan, perusahaan ini hadir untuk menjawab keresahan masyarakat yang takut membeli mobil listrik, karena khawatir harga jual kembalinya anjlok.
"Kami menjawab kekhawatiran bapak ibu dengan ekosistem yang kami bangun sendiri. Jadi jangan khawatir bapak ibu beli mobil VinFast, enam bulan pakai mau dikembalikan itu masih dihargai 90 persen. Bahkan setelah dipakai 3 tahun, dikembalikan mungkin ingin trade-in, atau sebagainya itu masih dihargai 70 persen," ungkapnya.
Ekosistem berikutnya yang merupakan investasi sangat besar yaitu layanan jasa taksi bernama Xanh SM.
Taksi warna hijau ini sudah ada di Jakarta sebanyak 4.000 unit.
"Besok kami akan melakukan peresmian di Makassar. Semoga layanan ini bisa segera hadir di kota-kota lain, termasuk di pulau Bali untuk mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan," tandasnya. (mer)
Kumpulan Artikel Buleleng