Berita Karangasem

Mudik Dilarang, Gapasdap Padangbai Diperkirakan Merugi Rp7.4 Miliar

Kepolisian Sektor (Polsek) Kawasan Pelabuhan Padang Bai, Kecamatan Manggis gelar pemeriksaan penumpang dan kendaraan yang hendak masuk Bali, Senin (29/3).

TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Pengusaha Ferry yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Angkutan  Sungai, Danau dan Penyebrangan (Gapasdap) di Pelabuhaan Padang Bai, Kecamatan Manggis  diperkirakan mengalami kerugian sekitar 6.4 milliar akibat adanya kebijakan larangan mudik dari 6 - 17 Mei 2021.

Ketua DPC Gaspasdap Pelabuhan Padang Bai, Anang  Heru P, menjelaskan, perkiraan kerugian akibat ada  kebijakaan larangan mudik terhitung dari H - 7 hingga H + 7 Hari Idul Fitri.

Kerugian bersifat global dan menyeluruh.

Total kerugian tiap prusahaan pelayaran beda-beda, sesuai kapasitas.

Baca juga: Pelanggan Datangi Perusda Tirta Tohlangkir Karangasem, Keluhkan Tak Lancarnya Penyaluran Air Bersih

Saat ini jumlah perusahaan pelayaran di Pelabuhan Padang Bai tinggal 11 perusahaan.

Terdiri dari 26 kapal, dan saat ini yang beroperasi 21 kapal.

Sisanya 5 kapal masih sedang melakukan docking tahunan.

Sebelumnya perusahaan pelayaran sebanyak 12, tapi 1 perusahaan pindah lintasn. 

"Perkiraan kerugian ini bersifat global. Mungkin kalau tiap perusahaan pelayaran berbeda - beda karena masing - masing kapal dilihat dari besar kecilnya ukuran kapal juga berpengaruh ke jumlah biaya  operasional,"ungkap Anang  Heru P, Jumat 30 April 2021.

Baca juga: Aliran Sungai Unda Alami Penyempitan, Beberapa Warga Sidemen Melapor ke Pemda Karangasem

Ia menambahkan, jika berbicara tentang kerugian mungkin harus lihat kilas balik dari H - 7 saampai H + 7 Hari Raya Lebaran.

Halaman
123

Berita Populer