Berita Tabanan

Diduga Terbelit Utang Puluhan Juta Rupiah, Nengah S Nekat Akhiri Hidup dengan Tenggak Racun Serangga

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Suasana olah TKP di rumah pelaku oleh pihak kepolisian di Banjar Tegal Belodan, Desa Dauh Peken, Tabanan, Senin 26 Juli 2021.

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Seorang warga asal Tegal Belodan, Desa Dauh Peken, Tabanan meninggal dunia setelah menenggak racun serangga di rumahnya, Senin 26 Juli 2021.

Pelaku bernama I Nengah S (37) ini merupakan seorang pekerja bengkel kaca yang diduga nekat menenggak racun karena terbelit utang puluhan juta rupiah.

Menurut informasi yang diperoleh, peristiwa tersebut awalnya diketahui oleh seorang saksi yang tak lain istri korban sendiri.

Sebelum diketahui meninggal dunia di teras rumahnya, sang istri Ni Ketut S melihat suaminya sedang menonton youtube sekitar pukul 04.00 Wita.

Baca juga: Keluarga Histeris Temukan Ni Wayan M Tergantung, Sebelumnya 2 Kali Percobaan untuk Akhiri Hidup

Selanjutnya, saksi ketiduran dan sekitar pukul 05.00 Wita saksi kemudian keluar kamar dan justru menemukan suaminya sudah tidur terlentang di teras rumah dan sudah dalam keadaan tak bergerak (meninggal).

Dari pengamatan saksi, pelaku diduga minum racun serangga sebab di sebelah tubuh pelaku di temukan gelas berisi bekas cairan berwarna biru yang diduga racun serangga yang telah di minum oleh pelaku.

Mengatahui hal tersebut, saksi lantas menghubungi pihak keluarga serta melaporkannya ke Polsek Tabanan.

Tak berselang lama, pihak kepolisian langsung menuju TKP bersama Bidan Desa lengkap menggunakan APD.

Dari hasil olah TKP tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh pelaku

Juga, dari hasil pemeriksaan luar, pada tubuh pelaku tidak ditemukan bekas kekerasan, pupil mata sudah melebar, tidak ditemukan denyut nadi, jantung dan vena jugularis, pada kemaluan korban ditemukan cairan, dan mulut mengeluarkan bau.

Kapolsek Tabanan, Kompol I Nyoman Sukanada mengatakan, pihaknya menerima laporan satu jam setelah kejadian dan sudah melakukan olah TKP.

 Dari hasil olah TKP diduga pelaku nekat melakukan hal tersebut karena masalah ekonomi.

"Keterangan dari pihak keluarga, korban (pelaku red) terbelit hutang atau masalah ekonomi. Korban terbelit utang di tempat kerjanya karena sebelumnya sudah meminjam uang dengan jaminan sertifikat keluarganya, namun kemarin korban sempat mendapat masalah di proyeknya," ungkap Kompol Sukanada saat dikonfirmasi, Senin 26 Juli 2021 malam.

Sehingga, kata dia, untuk sementara pelaku diduga mengalami depresi karena masalah pekerjaan tersebut sehingga mengambil jalan pintas dengan meminum racun serangga.

Pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi.

"Korban (pelaku red) ini buka bengkel kaca dan sering menerima pesanan dari proyek-proyek seperti perumahan," ungkapnya.(*)

DISCLAIMER:

Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri.

Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan.

Terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri.

Jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.

Berbagai saluran telah tersedia bagi pembaca untuk menghindari tindakan bunuh diri.(*)

Artikel lainnya di Berita Tabanan

Berita Terkini