Berita Bali

Pelayanan Tes RT-PCR di Bandara Ngurah Rai Bali Diminati Banyak Calon Penumpang

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Suasana terminal kedatangan domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Senin 25 Oktober 2021 - Pelayanan Tes RT-PCR di Bandara Ngurah Rai Bali Diminati Banyak Calon Penumpang

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - PENGGUNA moda transportasi udara kini wajib menunjukkan hasil negatif test RT-PCR.

Hal tersebut memicu peningkatan calon penumpang memanfaatkan pelayanan tes RT-PCR di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali.

Hal tersebut disampaikan, Stakeholder Relation Manager Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Taufan Yudhistira, saat ditemui Tribun Bali, Selasa 26 Oktober 2021.

"Tentunya ada peningkatan ya lumayan tinggi, tadinya per hari dua digit di bawah 30-an orang sekarang sudah diatas dua digit sekitar seratusan calon penumpang yang memanfaatkan pelayanan tes RT-PCR di Bandara," ujar Taufan.

Baca juga: Minta Pemerintah Subsidi Tes PCR, Forum Bali Bangkit Geruduk Gedung DPRD

Pelayanan tes kesehatan Covid-19 yang disediakan oleh Bandara Ngurah Rai ada dua jenis yakni rapid tes Antigen dan RT-PCR, untuk pelaksananya bekerjasama dengan RS Bali Jimbaran.

Pelayanan ini berada di Bali Airport Health Center gedung ex-Wistisabha Angkasa Pura I (Persero) Bandara Ngurah Rai, buka dari pukul 07.00-20.00 Wita.

Tarif Antigen ditetapkan Rp 99.000 dengan hasil keluar 10-15 menit, sementara untuk RT-PCR ditetapkan Rp 495.000 dan hasil keluar 1x24 jam dari begitu sampel diambil.

Pelayanan ini juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum di luar calon penumpang pesawat.

Taufan Yudhistira, sebelumnya mengatakan, total trafik pergerakan penumpang domestik periode kemarin mencapai 16 ribu penumpang telah dilayani di Bandara Ngurah Rai.

Menurut Taufan, angka tersebut merupakan angka yang stabil dan wajar belum terlihat adanya penurunan pergerakan penumpang.

Pada hari pertama ketentuan perjalanan menunjukkan hasil negatif test RT-PCR, Minggu 24 Oktober 2021, di Bandara Ngurah Rai tidak ada penumpang yang ditolak untuk terbang.

"Tidak ada laporan terkait kendala di lapangan. Misalnya terkait penumpang yang ditolak atau terjadi kerumunan karena antrean maupun komplain dari penumpang tidak ada," imbuhnya.

Mungkin hal tersebut karena dari diumumkan dan pemberlakuannya tidak mendadak untuk melakukan sosialisasi terlebih dahulu, sehingga penolakan terhadap calon penumpang pesawat di keberangkatan tidak terjadi.

Tentunya masa sosialisasi tersebut dimanfaatkan oleh calon penumpang untuk melakukan tes RT-PCR untuk memenuhi dokumen syarat perjalanan mereka. (*).

Baca juga: Audiensi dengan Wakil Rakyat, Forum Bali Bangkit Minta Pemerintah Subsidi Biaya Tes PCR

Kumpulan Artikel Bali