Berita Badung
Ujicoba Hari Pertama Pengalihan Arus di Kerobokan Picu Kemacetan di Jalan Sunset Road–Mertanadi
Uji coba pengalihan arus lalu lintas yang diterapkan di wilayah Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung, memicu kemacetan di sejumlah ruas jalan
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Ady Sucipto
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA– Uji coba pengalihan arus lalu lintas yang diterapkan di wilayah Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung, memicu kemacetan di sejumlah ruas jalan, khususnya di Jalan Sunset Road hingga Jalan Mertanadi.
Selain itu Jalan di dekat Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kerobokan juga tersendat di jam-jam tertentu.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Badung, Anak Agung Rai Yuda Darma, menyampaikan bahwa kebijakan tersebut masih dalam tahap uji coba dan akan terus dievaluasi.
Baca juga: Kasus Pengeroyokan di Badung Bali, 8 Tersangka Terancam Pidana 5,6 Tahun Penjara
"Ini baru uji coba, masih hari kedua pelaksanaannya. Nanti pasti ada evaluasi,” ujar Rai Yuda Darma, Senin (15/12).
Dalam pengalihan arus lalin, Birokrat asal Kerobokan itu mengaku telah menugaskan tim untuk melakukan pemantauan harian di lapangan.
Tim tersebut bertugas mengidentifikasi dan menginventarisasi berbagai kondisi yang muncul akibat pengalihan arus lalu lintas.
"Setiap hari kami identifikasi kondisi di lapangan, termasuk fluktuasi volume kendaraan di waktu-waktu tertentu. Itu akan disandingkan dengan kapasitas jalan yang ada," jelasnya.
Menurutnya, kelancaran lalu lintas sangat bergantung pada keseimbangan antara volume kendaraan dengan kapasitas jalan.
Karena itu, hasil pemantauan akan menjadi bahan kajian dan evaluasi di tingkat Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).
"Memang volume kendaraan sangat tinggi di Kerobokan. Namun ada beberapa ruas jalan yang belum mumpuni," katanya
Baca juga: Kadek Agus Terseret Air Bah, Ditemukan Tak Bernyawa, Remaja 14 Tahun Hanyut di DAM Badung
Untuk mengantisipasi kemacetan, Dishub Badung juga telah memperkuat pengamanan dan pengaturan lalu lintas di lapangan.
"Saat ini kami perkuat dengan petugas di lapangan melalui kolaborasi antara Dishub, Kepolisian, Satpol PP, serta Linmas Kelurahan Kerobokan Kelod," bebernya.
Disinggung mengenai waktu terjadinya penumpukan kendaraan, Rai Yuda Darma menyebutkan bahwa kepadatan paling signifikan terjadi di ruas jalan yang mengalami perubahan arus, khususnya Jalan Tangkuban Perahu.
"Penumpukan terjadi mulai pukul 08.00 Wita sampai siang hari. Tantangan awalnya adalah volume kendaraan yang tidak seimbang dengan kapasitas jalan," sebutnya. (gus)
Baca juga: URAI Kemacetan di Kuta Utara, Pemkab Badung Rancang Pengalihan Lalulintas di Jalan Raya Kerobokan
Bahan Evaluasi
| Badung Masih Kekurangan 15 Ribu LPJ, Dishub Dorong Skema KPBU dengan Badan Usaha |
|
|---|
| PASCA Ledakan Trotoar, Warga Berharap Segera Diperbaiki, Khawatir karena Masih Tercium Bau BBM! |
|
|---|
| Alasan Dorong Skema KPBU, Ternyata Badung Kekurangan 15 Ribu LPJ dan Ribuan Tercatat Rusak |
|
|---|
| Detik-detik Gifar Terekam CCTV Sebelum Tewas, Jalan Sendiri Menyusuri Pantai Melasti |
|
|---|
| DBD dan Leptospirosis Jadi Ancaman Serius, Dinkes Badung Imbau Warga Jaga Kebersihan Lingkungan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ATUR-LALIN-Petugas-kepolisian-dan-Dinas-Perhubungan-Badung-saat-melakukan-pengalihan-arus.jpg)