Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Badung

PENAMPAKAN Lutut Korban di Darmasaba Badung Membuka Tabir Aksi Gorok Leher 4 Pelaku

PENAMPAKAN Lutut Korban di Darmasaba Badung Membuka Tabir Aksi Gorok Leher 4 Pelaku

Tayang:
Istimewa
PELAKU - Dua pelaku utama pembunuhan yakni D.F asal Lombok Timur dan M.K.H asal Jember Jawa Timur dimintai keterangan penyidik Polres Badung pada Rabu 20 Mei 2026 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Kasus pembunuhan berencana yang menggemparkan warga Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Badung, akhirnya terungkap.

Empat pelaku, termasuk dua di antaranya masih di bawah umur, ditangkap polisi setelah menghabisi nyawa seorang pria asal Sumbawa dan menguburkan jasadnya di area persawahan di Darmasaba.

Saat ditemukan, mayat tersebut tidak terkubur dengan rapi hingga lutut korban sedikit terlihat dipermukaan.

Baca juga: Bupati Karangasem Warning’ Rekanan, Proyek Jalan Jangan Hanya Selesai Tapi Harus Berkualitas

Menurut data yang dihimpun Tribun Bali, mayat itu ditemukan karena baunya menyengat karena sudah membusuk.

Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba, S.H., S.I.K., M.H mengungkap jika pembunuhan dilakukan secara sadis.

Baca juga: Penataan Pertokoan Jalan Sulawesi Denpasar Dimulai Awal Juni, Mundur 3 Meter dari Bantaran Sungai

Empat pelaku yakni D.F. (20) asal Lombok Timur,  M.K.H. (24) Asal Jember Jawa Timur, serta dua pelaku anak berinisial A.F.P. (17) dan I.P.R. (16) yang sama-sama berasal dari Jember menghabisi mantan rekan kerjanya dengan cara menggorok lehernya.

Bahkan, sebelum dikeroyok dan ditusuk oleh pelaku dengan pisau pada sejumlah tubuh korban dengan inisial D.A.D asal sumbawa NTB itu.

"Ternyata mayat yang kita temukan sebelumnya di Darmasaba, merupakan korban pembunuhan sadis. Ada empat pelaku yanh kita amankan dalam kasus ini," ujarnya Rabu 20 Mei 2026.

Dari hasil penyelidikan, aksi pembunuhan itu telah direncanakan sebelumnya.

Motif utamanya karena pelaku D.F. mengaku sakit hati lantaran sering dibully korban saat bekerja bersama.

Selain itu, para pelaku juga berniat menguasai barang-barang berharga milik korban.

"Pelaku ini mengaku sakit hati. Karena saat masih satu tempat kerja di Mae Wash di wilayah Darmasaba. Pelaku sering dibully, pelaku sering diejek-ejek," katanya.

Dari sakit hati tersebut muncul niat pelaku menghabisi korban.

Bahkan pelaku melihat kesempatan saat korban menghubungi D.F. untuk mengambil mesin kompresor pada malam kejadian.

Namun, pesan tersebut justru dimanfaatkan pelaku untuk menyusun rencana perampokan disertai pembunuhan.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved