Berita Badung
Warga Sampaikan Keberatan, Desak Evaluasi Perubahan Arus Lalin di Kerobokan Kelod Badung
Mereka datang terkait perubahan arus lalu lintas (lalin) ini dianggap berdampak kurang baik bagi perekomian masyarakat setempat.
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Ady Sucipto
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Belasan warga Banjar Taman, di Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara mendatangi Puspem Badung untuk menyampaikan keberatan atas perubahan arus lalu lintas di wilayah tersebut.
Mereka datang terkait perubahan arus lalu lintas (lalin) ini dianggap berdampak kurang baik bagi perekomian masyarakat setempat.
Hal itu pun disampaikan warga pada Senin (12/1) kemarin.
Baca juga: 69 Water Meter Pelanggan PDAM di Badung Hilang Diembat Maling, Ini Respon Perumda Tirta Mangutama
Penyampaian itu pun sebagai bentuk protes warga Banjar Taman Kerobokan Kelod. Selain protes mereka juga melayangkan surat resmi kepada Pemkab Badung yang ditembuskan ke sejumlah instansi, baik untuk Dinas Perhubungan Badung, Camat Kuta Utara dan Lurah Kerobokan Kelod.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Badung Anak Agung Ngurah Rai Yuda Darma yang dikonfirmasi Selasa (13/1), tidak menampik adanya surat perihal permohonan evaluasi perubahan arus lalu lintas di wilayah Kerobokan Kelod.
Surat tersebut bahkan sudah sampai di mejanya.
Hanya saja pihaknya belum bisa menbalas perihal tuntutan warga tersebut lantaran masih menunggu petunjuk dari Bupati Badung.
"Betul surat sudah diterima, nanti kami akan jawab sesuai petunjuk Bapak Bupati. Bagaimana tindaklanjutnya," ujar Rai Yuda Darma.
Dikatakan bahwa warga yang bersurat itu adalah Banjar Taman, Kelurahan Kerobokan.
Bahkan guna menyikapi keluhan warga tersebut pihaknya akan melakukan kajian dengan melibatkan Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) tentang pengembangan manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL).
"Jawabannya setelah kami rapat Forum LLAJ perihal pengembangan MRLL. Sehingga bagaimana solusi kemacetan bisa diatasi," kata Yuda Darma.
Perubahan arus lalu lintas di wilayah Kerobokan Kelod bertujuan untuk mengurai kemacetan di wilayah tersebut. Perubahan Lalin ini selain berdasarkan kajian juga atas arahan Bupati Wayan Adi Arnawa.
Baca juga: Bupati Badung Pantau Langsung Penanganan Banjir, Normalisasi Tukad Pungut Bali Jadi Prioritas
Bila sekarang ada desakan evaluasi dari masyarakat setempat, pejabat asal Kerobokan ini mengaku menyerahkan keputusan kepada Bupati Badung.
"Untuk lanjutannya sesuai arahan Bupati. Keputusan ada di tangan bapak Bupati," tukasnya.
Diketahui kemacetan yang terjadi di wilayah Kerobokan Kelod menjadi perhatian serius Pemkab Badung.
| Diduga ASF, Camat Kuta Utara Badung Akui Sejumlah Babi Milik Warganya Mati Mendadak |
|
|---|
| Virus ASF Kembali Hantui Bali, 60 Ekor Babi Milik Warga di Canggu Mati Mendadak Jelang Panen |
|
|---|
| PENAMPAKAN Lutut Korban di Darmasaba Badung Membuka Tabir Aksi Gorok Leher 4 Pelaku |
|
|---|
| Asper PSBS Badung Mulai Berdampak, Sampah ke TPS3R dan TPST Turun Hingga 60 Persen |
|
|---|
| KRISIS Air, Warga Kampial Antre Tangki PDAM 4 Hari, Ada Gangguan Pipa Transmisi Utama di Nusa Dua! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/BERPOSE-Salah-satu-warga-dari-Banjar-Taman-saat-menyerahkan-surat-protes.jpg)