Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Badung

Warga Sampaikan Keberatan, Desak Evaluasi Perubahan Arus Lalin di Kerobokan Kelod Badung

Mereka datang terkait perubahan arus lalu lintas (lalin) ini dianggap berdampak kurang baik bagi perekomian masyarakat setempat.

Tayang:
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Ady Sucipto
Istimewa
BERPOSE - Salah satu warga dari Banjar Taman saat menyerahkan surat protes terkait pengalihan arus lalulintas di Kerobokan, Senin (12/1/2026) 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Belasan warga Banjar Taman, di Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara mendatangi Puspem Badung untuk menyampaikan keberatan atas perubahan arus lalu lintas di wilayah tersebut.

Mereka datang terkait perubahan arus lalu lintas (lalin) ini dianggap berdampak kurang baik bagi perekomian masyarakat setempat.

Hal itu pun disampaikan warga pada Senin (12/1) kemarin.

Baca juga: 69 Water Meter Pelanggan PDAM di Badung Hilang Diembat Maling, Ini Respon Perumda Tirta Mangutama 

Penyampaian itu pun sebagai bentuk protes warga Banjar Taman Kerobokan Kelod. Selain protes mereka juga melayangkan surat resmi kepada Pemkab Badung yang ditembuskan ke sejumlah instansi, baik untuk Dinas Perhubungan Badung, Camat Kuta Utara dan Lurah Kerobokan Kelod.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Badung Anak Agung Ngurah Rai Yuda Darma yang dikonfirmasi  Selasa (13/1), tidak menampik adanya surat perihal permohonan evaluasi perubahan arus lalu lintas di wilayah Kerobokan Kelod.

Surat tersebut bahkan sudah sampai di mejanya.

Hanya saja pihaknya belum bisa menbalas perihal tuntutan warga tersebut lantaran masih menunggu petunjuk dari Bupati Badung.

"Betul surat sudah diterima, nanti kami akan jawab sesuai petunjuk Bapak Bupati. Bagaimana tindaklanjutnya," ujar Rai Yuda Darma.

Dikatakan bahwa warga yang bersurat itu adalah Banjar Taman, Kelurahan Kerobokan.

Bahkan guna menyikapi keluhan warga tersebut pihaknya akan melakukan kajian dengan melibatkan Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) tentang pengembangan manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL).

"Jawabannya setelah kami rapat Forum LLAJ perihal pengembangan MRLL. Sehingga bagaimana solusi kemacetan bisa diatasi," kata Yuda Darma.

Perubahan arus lalu lintas di wilayah Kerobokan Kelod bertujuan untuk mengurai kemacetan di wilayah tersebut. Perubahan Lalin ini selain berdasarkan kajian juga atas arahan Bupati Wayan Adi Arnawa.

Baca juga: Bupati Badung Pantau Langsung Penanganan Banjir, Normalisasi Tukad Pungut Bali Jadi Prioritas

Bila sekarang ada desakan evaluasi dari masyarakat setempat, pejabat asal Kerobokan ini mengaku menyerahkan keputusan kepada Bupati Badung.

"Untuk lanjutannya sesuai arahan Bupati. Keputusan ada di tangan bapak Bupati," tukasnya.

Diketahui kemacetan yang terjadi di wilayah Kerobokan Kelod menjadi perhatian serius Pemkab Badung.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved