Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Perang Timur Tengah

OKUPANSI Hotel di Badung Merosot hingga 40 Persen, Dampak Konflik Perang di Timur Tengah

Penurunan aktivitas ini terasa signifikan pada beberapa destinasi unggulan yang biasanya didominasi oleh wisman.

Tayang:
Istimewa
SOSOK - Kepala Dinas Pariwisata Badung, I Nyoman Rudiarta. Ia mengakui terjadi penurunan okupansi hotel akibat konflik Timur Tengah. 

TRIBUN-BALI.COM - Konflik yang terjadi di Timur Tengah mulai berdampak pada pariwisata di Kabupaten Badung. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mendadak merosot seiring adanya kendala penerbangan yang memicu penumpukan penumpang di bandara.

Hal itu pun tidak dipungkiri Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Badung, I Nyoman Rudiarta. Pihaknya mengakui melihat secara keseluruhan memang terjadi penurunan jumlah kedatangan wisatawan ke Bali dan ada penumpukan di bandara terkait wisatawan yang sulit melakukan penerbangan pulang.

“Dengan kondisi itu, pihak Imigrasi sendiri bahkan sudah memberikan kebijakan menyangkut izin tinggal sementara itu,” ujarnya, Rabu (11/3). Penurunan aktivitas ini terasa signifikan pada beberapa destinasi unggulan yang biasanya didominasi oleh wisman.

Baca juga: TRAGIS Nasib Siswa SMP di Buleleng, Rumah Dijebol & Dirudapaksa Orang Tak Dikenal, Pelaku Diburu!

Baca juga: CALON WBTB, Omed-omedan hingga Gending Ratu Anom Diajukan

Meski demikian, pemerintah daerah tetap mematangkan kesiapan fasilitas menyambut momentum libur panjang di tengah persaingan ketat dengan destinasi mancanegara lain seperti Singapura dan Thailand. 

“Sebenarnya Bali tetap menjadi primadona meski kompetitor internasional maupun domestik. Namun saat ini Yogyakarta juga kuat,” ucapnya.

Pihaknya mengakui jika dirinya terus menjalin komunikasi intensif dengan para pengelola destinasi mengenai hal-hal apa saja yang harus disiapkan bersama.

Termasuk angka hunian, data menunjukkan variasi yang cukup lebar pada berbagai kelas akomodasi di wilayah Badung. “Berdasarkan sampel dari puluhan hotel, rata-rata okupansi saat ini masih bertahan di angka menengah,” jelas Rudiarta.

Lebih lanjut berdasarkan komunikasi dengan Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) terhadap sampel 40 akomodasi, tingkat hunian berada memang ada di angka 40 persen.

Namun masih ada yang  sampai 69 persen. “Namun tidak dimungkiri, sekitar 29 persen akomodasi masih ada yang tingkat huniannya  70 sampai 80 persen,” jelas mantan Camat Kuta ini.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung kini menaruh harapan besar pada pergerakan wisatawan domestik untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah. Wisatawan lokal dinilai menjadi kunci utama dalam mendongkrak okupansi hotel di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global dan geopolitik.

“Harapan kita tentu wisatawan domestik masih memegang peran cukup besar bagi peningkatan ekonomi serta okupansi hotel di Kabupaten Badung ini. Semoga kondisi geopolitik saat ini tidak membawa dampak yang terlalu signifikan terhadap pariwisata kita ke depannya,” tandasnya. (gus)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved