Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Demonstrasi di Bali

Bagaimana Pariwisata Bali Pasca Aksi Demo? Ini Kata Ketua PHRI Badung 

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Badung, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya angkat bicara tentang kondisi pariwisata

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
PARIWISATA - Ketua PHRI Badung, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya. Ia memberikan keterangan terkait kondisi pariwisata Bali pasca demonstrasi. 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Badung, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya angkat bicara tentang kondisi pariwisata Bali pasca demo.

Menurutnya pariwisata Bali masih stabil belum terdampak adanya aksi demo pada Sabtu (30/8/2025) lalu.

"Belum (terjadi penurunan). Masih stabil ya, situasi dan kondisi pariwisata masih stabil, kunjungan juga 17.000 sampai 18.000 per hari untuk internasional kedatangannya," ujar Rai saat dihubungi jurnalis tribunbali.com pada Senin 1 September 2025.

Ia menambahkan bahkan domestiknya bahkan lebih banyak lagi yang datang ke Bali mungkin karena mereka ingin lebih nyaman.

Hingga saat ini pun belum ada cancel atau pembatalan pemesanan kamar hotel di Badung.

Disinggung bagaimana dampak travel warning yang telah dikeluarkan oleh Australia dan Amerika Serikat?

Baca juga: PREDIKSI Pengamat: Kenaikan PBB Dikhawatirkan Buat Harga Akomodasi Pariwisata Naik di Bali 

"Belum (cancel booking hotel). Kalau travel warning itu sudah biasa. Travel warning adalah mengingatkan warga negaranya dan itu hal yang wajar dilakukan oleh pemerintahnya sana."

"Kalau travel warning itu kan hanya mengingatkan dan mengimbau. Mengimbau agar berhati-hati. Bukan melarang, kalau travel banned baru melarang. Ini kan baru travel warning," papar Rai.

Pihaknya berharap jika terjadi aksi demo lagi di Bali agar massa tidak anarkis dan mengganggu kenyamanan wisatawan yang berlibur.

Baca juga: Kemacetan Jadi Imbas Kemajuan di Nusa Penida, Angkutan Pariwisata Akan Lebih Ditertibkan

"Demonstrasi atau unjuk rasa silahkan saja asal tidak anarkis. Karena di negara-negara demokrasi unjuk rasa ada karena pasti ada ketidakpuasan sama pemerintah."

"Dan demo itu boleh dilakukan karena dilindungi UU mudah-mudahan jangan anarkis," jelasnya.

Kedua pihaknya berharap agar aksi demo tidak mengganggu kenyamanan daripada wisatawan

Jadi selama tidak mengganggu wisatawan pariwisata jalan saja seperti biasa.

Baca juga: TOLAK Kasino di Bali, Koster Pertegas Pariwisata Bali Basis Budaya, Iming-imingi Keuntungan Rp100T

Menurutnya secara umum kondisi pariwisata Bali saat ini masih bagus, di mana tingkat keterisian atau okupansi hunian 75 hingga 80 persen untuk bulan Agustus lalu dan awal September ini.

"Mudah-mudahan tetap bagus (tingkat okupansi)," ucapnya. 

Jadi harapan saya sekali pun memang harus ada demonstrasi atau unjuk rasa untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah agar dilakukan secara sopan. 

"Jadi budaya kita begitu di Bali. Jangan sampai ditunggangi oleh misi-misi yang terselubung," demikian harap Ketua PHRI Badung I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya.(*)

 

Berita lainnya di Pariwisata Bali

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved