Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

BEM Unud Peringati September Hitam! Lakukan Doa Bersama dan Hidupkan Lilin, Apa Maknanya? 

Pada aksi simbolik ini, mahasiswa Unud juga menyampaikan pernyataan sikap yang dibacakan Ketua BEM.

SAR/TRIBUN BALI
BEM Universitas Udayana (Unud) menggelar aksi simbolik memperingati September Hitam, sebagai bentuk sikap kemanusiaan, solidaritas, serta kepedulian bersama untuk mengusut tuntas kejahatan dan kebobrokan negara, Kamis 4 September 2025. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASARBEM Universitas Udayana (Unud), menggelar aksi simbolik memperingati September Hitam sebagai bentuk sikap kemanusiaan, solidaritas, serta kepedulian bersama untuk mengusut tuntas kejahatan dan kebobrokan negara, Kamis 4 September 2025. 

Acara ini dilakukan untuk menindaklanjuti situasi, dan kondisi yang terjadi di negara saat ini, di mana timbulnya kebijakan yang tidak pro rakyat, tindakan represif aparat dan berbagai bentuk penindasan negara terhadap rakyat terus marak terjadi.

Aksi simbolik dilakukan melalui doa bersama, dengan membakar lilin sebagai simbol menerangi Indonesia. Acara berlangsung di Ruang Terbuka Hijau Kampus Unud Sudirman.

Ketua BEM Unud, I Wayan Arma Surya Darmaputra, mengatakan melalui aksi ini mahasiswa Unud menekankan sikap dalam menyikapi kondisi bangsa dan negara yang sedang tidak baik-baik saja.

Baca juga: TRAVEL Warning Australia ke Bali Pasca Demo, Gubernur Koster Kirim Surat ke Seluruh Negara 

Baca juga: TERSANGKA Korupsi! Bantuan Chromebook Era Mentri Nadiem Masih Digunakan di SMP 5 Abiansemal

Suasana aksi demo di depan Mapolda Bali pada Sabtu 30 Agustus 2025. Aksi Demo di Bali Berujung Anarkis, 138 Orang Diamankan, 2 Warga Sipil Luka-luka
Suasana aksi demo di depan Mapolda Bali pada Sabtu 30 Agustus 2025. Aksi Demo di Bali Berujung Anarkis, 138 Orang Diamankan, 2 Warga Sipil Luka-luka (Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin)

Situasi tersebut disikapi dengan doa, untuk mendoakan para korban dan pejuang yang gugur dalam memperjuangan dan menjaga bangsa ini dalam bentuk menyampaikan aspirasi secara terbuka. Baik dari Indonesia merdeka, sampai rezim hari ini perjuangan melalui penyampaian aspirasi itu tetap ada. 

"Kami memperingati peringatan September Hitam tahun 2025, dengan acara doa bersama akan situasi bangsa yang sedang tidak baik saat ini. Kami berharap pemerintah sebagai garda terdepan dalam melangsungkan negara agar lebih mengedepankan dan mendengar aspirasi rakyat, karena dalam hukumnya pun ada adagium yang bahwasanya 'Vox Populi Vox Dei', suara rakyat adalah suara tuhan," kata Arma. 

Pada aksi simbolik ini, mahasiswa Unud juga menyampaikan pernyataan sikap yang dibacakan Ketua BEM.

Pertama, menyuarakan aspirasi publik secara terbuka dan bertanggung jawab sebagaimana dijamin dalam Pasal 28E UUD 1945 serta Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, dengan menjunjung tinggi kepentingan rakyat dan masa depan bangsa.

Kedua, menolak keras segala bentuk kekerasan, provokasi, tindakan anarkis, dan penyebaran informasi menyesatkan yang berpotensi merusak persatuan bangsa serta menggerus nilai-nilai kearifan lokal Bali.

Dalam hal ini mereka mendesak aparat penegak hukum agar bertindak tegas, adil, dan proporsional terhadap setiap pelanggaran hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ketiga, menyerukan ketegasan profesionalitas dan humanisme aparat keamanan dalam melaksanakan tugas menjaga ketertiban. Aparat harus mengedepankan sikap persuasif, proporsional, dan berorientasi pada pencegahan konflik agar tidak menimbulkan gesekan yang merugikan hubungan antara masyarakat dan negara.

Keempat, meneguhkan komitmen bersama dalam merawat daya kritis, memperkuat ruang dialog yang sehat, dan memperjuangkan cita-cita reformasi melalui penyampaian aspirasi yang bijak, bermartabat, dan konstruktif. Komitmen ini harus diiringi dengan ikhtiar menjaga harmoni sosial dan kedamaian di Bali, berlandaskan ajaran Tri Hita Karana serta semangat musyawarah dan gotong royong.

Kelima, mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk berjuang dan berkomitmen sebagai bangsa yang selalu dan senantiasa memperkuat persatuan dan kesatuan nasional, sekaligus menghindari penggunaan isu yang bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dalam merespons dinamika bangsa yang tengah berlangsung.

Darmaputra menegaskan, bahwa mahasiswa Unud meyakini bahwa perguruan tinggi bukan hanya ruang untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kritis, keberanian nurani, serta kepedulian terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara yang berlandaskan pada komitmen konstitusional sebagaimana tertuang dalam Pancasila, UUD 1945, serta Bhinneka Tunggal Ika.

Oleh karena itu, diungkapkan bahwa mahasiswa Unud berkomitmen untuk selalu menyikapi situasi dan kondisi bangsa yang tengah berlangsung. Menurutnya, sejarah perjalanan bangsa menunjukkan bahwa mahasiswa senantiasa menjadi salah satu aktor strategis dalam menentukan arah perubahan sosial dan politik Indonesia.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved