Makan Bergizi Gratis
Rai Mantra Sidak ke SPPG Pemaron Buleleng Bali: Jangan Ada Menu Minim Lauk Lagi
Menu minim lauk dalam pelaksanaan MBG di SPPG Pemaron sempat viral dan menjadi perbincangan publik.
Demikian pula dengan takaran dari jumlah gramasi, jumlah protein dan serat juga berbeda.
“Walau demikian setiap hari itu menunya secara porsi, secara gizi itu sama semua. Tidak ada menu yang hari ini (kemarin) agak berkurang sedikit dari standar gizi. Untuk di Buleleng semua standar sudah kita selalu berikan informasi, pengecekan bahwa standar itu setiap hari tidak ada yang kurang atau lebih, semua sama,” tegasnya.
Ia tidak memungkiri, memang sempat beredar foto menu yang terlihat tidak sesuai standar. Khususnya pada protein berupa ayam yang diolah menjadi bola-bola.
“Kalau secara utuh itu bisa menjadi ayam yang potongannya besar. Namun karena diolah menjadi bentuk bola-bola, sehingga saat ditaruh ke ompreng terlihat tidak penuh, tidak terlihat seperti menu-menu yang lain,” jelasnya.
Menindaklanjuti viralnya menu tersebut pihaknya langsung melakukan evaluasi.
Memang pihaknya mengirimkan pemberitahuan penutupan sementara, namun hanya sehari.
“Jadi tidak ada pemberhentian SPPG ataupun penutupan. Surat yang kami kirim adalah pemberitahuan bahwasannya kami memerlukan satu hari saja untuk tidak operasional untuk mengevaluasi. Dan hingga kini sudah tidak ada kondisi tersebut,” tandasnya.
Masih menurut Rai Mantra, ia juga sudah melakukan pengecekan di sejumlah SPPG lainnya di wilayah Kabupaten Buleleng.
Seperti di SPPG Peuktukan dan SPPG Les, Kecamatan Tejakula; SPPG Sangsit, Kecamatan Sawan bahkan hingga SPPG Banjar, Kecamatan Banjar.
Menurutnya ada plus minus dalam pemantauan langsung. Misalnya di wilayah Peuktukan, Les dan Sangsit, program MBG mendapat antusias dari penerima manfaat.
Sedangkan di wilayah Banjar, ada keluhan karena menu yang monoton.
“Pun pelaksanaan MBG di wilayah Banjar juga mendapat apresiasi, saat dilaksanakan pada liburan sekolah. Sehingga anak-anak yang saat itu bimbingan belajar tambahan lebih semangat untuk datang ke sekolah,” ungkapnya.
Hal yang sama juga ditemui Rai Mantra saat melakukan peninjauan langsung di Kabupaten Jembrana hingga Kota Denpasar.
Di Jembrana, menurutnya ada juga permasalahan menyangkut menu. Seperti kelayakan menu dan sebagainya.
Sedangkan di Denpasar, diakui ada orang tua yang berterima kasih atas program MBG. Sebab anaknya menjadi antusias untuk berangkat ke sekolah. Selain juga mengurangi pengeluaran untuk uang bekal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/SPPG-Pemarin-srfgbv.jpg)