Mahasiswa Unud Tewas

BULLY Usai Mahasiswa Unud Nekat Akhiri Hidup, Psikiater: Komen Sarkastik Online Pada Psikologis!

Justru perundungan pada Timothy terjadi usai korban meninggal dunia, melalui chat grup himpunan mahasiswa Unud di WhatsApp.

Pixabay
ILUSTRASI - Mahasiswa Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Udayana (UNUD) inisial TAS (22) tewas jatuh dari lantai 4. Peristiwa yang terjadi pada Rabu 15 Oktober 2025 pagi menjadi teka-teki apakah korban terpeleset atau sengaja melompat di gedung fakultasnya. Namun, SKY (48) ibu TAS mengaku sudah merasakan perubahan perilaku pada anaknya. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kasus perundungan (bullying) pada Timothy Anugerah Saputra, mahasiswa FISIP yang nekat akhiri hidup dengan melompat di gedung FISIP Universitas Udayana (UNUD) Jalan Sudirman Denpasar menyita perhatian semua pihak.

Belum usai dilakukan pendalaman, apakah semasa hidupnya Timothy kerap mendapatkan perundungan alias bullying. Justru perundungan pada Timothy terjadi usai korban meninggal dunia, melalui chat grup himpunan mahasiswa Unud di WhatsApp.

Isi chatnya sungguh miris, ada yang mengolok-olok Timothy dinilai mirip dengan selebgram Kekeyi, ada yang mengatakan tanggung karena Timothy meloncat dari lantai dua dan masih banyak chat perundungan lainnya.

Baca juga: TEWAS Saat Melompat dari Lantai 4, Mahasiswa Sosiologi Unud Alami Patah Tulang hingga Pendarahan!

Baca juga: NEKAT Mahasiwa Unud Lompat dari Lantai 2 FISIP,  Koordinasi dengan Pihak Keluarga Mendampingi Ibunya

Menanggapi hal tersebut, Cokorda Bagus J. Lesmana selaku Psikiater sekaligus Guru Besar di bidang Psikiatri Komunitas dan Budaya di Universitas Udayana, mengatakan di era media sosial, batas antara empati dan hiburan sering kabur.

Banyak orang tidak memahami bahwa komentar sarkastik atau sindiran, di ruang digital memiliki dampak psikologis yang nyata meskipun tidak ada maksud ke arah tersebut karena memang tidak memiliki hubungan langsung dengan korban. 

SOSOK - Cokorda Bagus J. Lesmana selaku Psikiater sekaligus Guru Besar di bidang Psikiatri Komunitas dan Budaya di Universitas Udayana.
SOSOK - Cokorda Bagus J. Lesmana selaku Psikiater sekaligus Guru Besar di bidang Psikiatri Komunitas dan Budaya di Universitas Udayana. (ISTIMEWA)

“Perlu kehati-hatian sebelum menyatakan sebuah komentar sebagai bentuk perundungan. Tidak jarang yang menyebarkan percakapan kecil ke ranah publik lah yang sebenarnya melakukan perundungan,” bebernya pada, Jumat 17 Oktober 2025. 

Dalam banyak kasus modern, terutama di era digital perilaku menyebarkan percakapan pribadi, pesan, atau foto seseorang tanpa izin termasuk dalam kategori perundungan psikologis dan sosial.

Jadi yang menyebarkan percakapan pribadi ke ranah publik, apalagi hingga mencoreng nama seseorang, juga dapat dikategorikan sebagai pelaku perundungan

Tindakan itu mencederai hak asasi, menyalahi etika kemanusiaan, dan bisa menjadi pemicu luka psikologis yang mendalam.

Sementara itu, mengapa Timothy memilih kampus untuk melakukan aksi nekat akhiri hidup tersebut dikatakan tindakan tersebut tidak lahir dari keberanian. 

“Dari perspektif psikiatri, tindakan tersebut tidak lahir dari keberanian, melainkan dari keputusasaan mendalam. Mahasiswa yang memilih kampus sebagai tempat bunuh diri, sering kali ingin menyampaikan pesan bahwa mereka ingin dilihat, didengar, atau merasa gagal dipahami oleh sistem yang seharusnya mendukung mereka,” paparnya. 

Proses psikologis menuju dorongan mengakhiri hidup, akibat perundungan biasanya bersifat bertahap dan melibatkan beberapa tahapan emosional.

Awalnya, korban hanya merasa sedih atau malu. Tapi bila terus terjadi tanpa dukungan sosial, ejekan itu masuk ke pikiran dan menjadi keyakinan negatif seperti ‘Aku gagal’, ‘Aku beban’.

Lama-lama timbul distorsi berpikir dan rasa putus asa. Ketika rasa sakit emosional tak tertahankan, korban bisa kehilangan kemampuan berpikir jernih.

Dalam fase krisis, keputusan bunuh diri sering terjadi sangat cepat  dan hanya dalam hitungan menit setelah puncak tekanan.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved