Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Video

VIDEO Kasus Perundungan Unud Jadi Atensi Pusat, Pelaku Terancam Drop Out

Kematian mahasiswa Universitas Udayana (Unud), Timothy Anugerah Saputra menjadi atensi pusat.

|

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kematian mahasiswa Universitas Udayana (Unud), Timothy Anugerah Saputra menjadi atensi pusat.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti) Brian Yuliarto menyampaikan keprihatinan mendalam atas kasus perundungan mahasiswa jurusan Sosiologi, Universitas Udayana tersebut.

Begitu mendengar kabar tersebut, Brian langsung menghubungi Rektor Unud untuk meminta penjelasan dan memastikan pihak kampus berkomunikasi dengan keluarga korban.

Baca juga: Polisi Periksa Sejumlah Saksi Kasus Timothy Anugerah di Unud Bali: Bapaknya Meminta Kepastian

Ia menegaskan kampus wajib menjadi ruang aman bagi seluruh mahasiswa, sebagaimana diatur dalam Permendikbud 2024 tentang perlindungan terhadap kekerasan di lingkungan pendidikan.

“Kampus harus bebas dari praktik perundungan. Sudah ada aturan yang mengatur dengan jelas. Kita ingin perguruan tinggi menjadi ruang aman bagi semua mahasiswa,” tegas Brian di rumah Presiden Prabowo Subianto, Minggu (19/10/2025), dikutip dari Kompas.com.

Kasus perundungan yang berujung pada meninggalnya Timothy memicu gelombang kecaman publik.

Baca juga: Mahasiswa Pembully Bisa Kena Sanksi DO, Unud Bali Bantah Timothy Meninggal Akibat Depresi Skripsi

Enam mahasiswa Universitas Udayana yang terlibat telah diberhentikan tidak dengan hormat dari jabatan organisasi kampus. 

Saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian.

Kepala Kepolisian Sektor Denpasar Barat, Kompol Laksmi Trisnadewi menegaskan bahwa korban jatuh dari Lantai 4 gedung FISIP, pihaknya meluruskan berbagai spekulasi atau informasi simpang siur yang beredar di masyarakat karena ada yang menyebut korban terjatuh dari Lantai 2 saat kejadian pada Rabu 15 Oktober 2025.

Kompol Laksmi juga menjelaskan mengenai rekaman CCTV dan keberadaan saksi mata, yang kerap menjadi pertanyaan publik.


Bahwa pihaknya menyebut adanya rekaman CCTV di area Lobi gedung yang merekam momen kedatangan korban serta momen korban jatuh di bawah, akan tetapi disayangkan CCTV di Lantai 4 ternyata rusak. (*)

 

Berita lainnya di Berita Video

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved