Mahasiswa Unud Tewas
TKP Terkendala CCTV Rusak! Polisi Tegaskan Jatuh dari Lantai 4, BEM Unud Minta Polda Usut Tuntas!
Kompol Laksmi menjelaskan mengenai rekaman CCTV dan keberadaan saksi mata sering menjadi pertanyaan publik.
TRIBUN-BALI.COM - Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Denpasar Barat terus berupaya mengungkap kasus meninggalnya Timothy Anugerah Saputra (22).
Almarhum Timothy merupakan mahasiswa Semester VII Jurusan Sosiologi Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Udayana (Unud).
Kapolsek Denpasar Barat, Kompol Laksmi Trisnadewi menegaskan Timothy jatuh dari Lantai 4 gedung FISIP pada Rabu (15/10). Pihaknya meluruskan berbagai spekulasi atau informasi simpang siur yang beredar.
“Kami luruskan bahwa korban Timothy Anugerah Saputra jatuh dari Lantai 4,” ujar Kompol Laksi Trisnadewi saat memberikan keterangan kepada awak media pada Senin (20/10).
Kompol Laksmi menjelaskan mengenai rekaman CCTV dan keberadaan saksi mata sering menjadi pertanyaan publik. Pihaknya menyebutkan ada rekaman CCTV di area Lobi gedung yang merekam kedatangan korban.
Namun, disayangkan CCTV di Lantai 4 ternyata rusak. Sehingga ini menjadi pekerjaan rumah dan teka teki berlanjut ketika CCTV di Lantai 4 Tempat Kejadian Perkara (TKP) ternyata kondisinya rusak.
Baca juga: KOSTER Bangga Ada 103 Ribu UMKM di Bali, Pemprov Bali Salurkan KUR Total Rp 8 Triliun
Baca juga: DAPAT Ancaman Pembunuhan, Masalah Serius di Balik Mundurnya Patrick Kluivert dan Staf
Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan kampus dan mendapatkan informasi kerusakan CCTV tersebut sudah sekitar tahun 2023.
“Memang benar tidak ada CCTV yang merekam di lantai 4 karena rusak dari tahun 2023, namun CCTV di lobi pada saat korban datang kemudian pada saat korban terjatuh itu ada. Jadi terekam CCTV pada saat korban masuk gedung, CCTV yang sama juga merekam korban saat terjatuh,” jelasnya.
Selain itu, kompol Laksmi menyebutkan tidak ada saksi yang melihat langsung saat korban diduga melompat atau terjatuh. Pihak kepolisian menemukan adanya saksi yang melihat aktivitas korban di lantai 4.
“Saksi yang melihat pada saat korban keluar dari lift di lantai 4 itu ada. Kemudian berjalan dan korban duduk di lokasi di mana terakhir ditemukan tas dan sepatu miliknya,” kata Kompol Laksmi.
Setidaknya tiga orang saksi melihat korban duduk di lokasi tersebut, namun karena tidak saling kenal, mereka tidak terlalu menghiraukan. Salah satu saksi bahkan melihat korban melepas sepatu di lokasi tersebut.
“Saksi melihat korban melepas sepatu di lokasi tersebut. Karena saksi tidak kenal dengan korban, ia hanya sekadar melihat dan masuk ke dalam kelas. Saat keluar lagi, korban sudah tidak ada di sana,” tambahnya.
Berdasarkan keterangan saksi yang melihat, korban datang dan duduk sendiri, serta melepaskan sepatu. Namun tidak ada saksi yang melihat detik-detik korban terjatuh.
Pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini dan telah mengumpulkan seluruh keterangan saksi serta barang bukti pendukung untuk mengungkap kasus ini agar terang.
Pihaknya juga melakukan penyelidikan mendalam terkait dugaan adanya unsur perundungan (bullying) yang melatarbelakangi kasus meninggalnya Timothy. Proses penyelidikan kini berfokus pada pembuktian ada tidaknya tekanan psikologis yang dialami korban.
CCTV
Eksklusif
Multiangle
meaningful
SaksiKata
BEM Unud
Polda Bali
mahasiswa
meninggal dunia
Universitas Udayana
| Misteri Penyebab Timothy Lompat dari Lantai 4, Polisi Belum Temukan Indikasi Bullying |
|
|---|
| MISTERI Kematian Timothy Belum Terungkap! 21 Saksi Diperiksa, Polda: Kalau Ada Info Bully Laporkan! |
|
|---|
| Menteri HAM Temui Rektor Unud Bahas Kasus Timothy, Pertemuan Dilakukan secara Tertutup |
|
|---|
| Penyebab Kematian Timothy Ditelusuri, 20 Saksi Diperiksa, Polda Bali: Belum Ada Indikasi Bullying |
|
|---|
| Gubernur Bali Koster Akan Temui Rektor Unud Bahas Kasus Timothy: Jangan Menyakiti Orang Lain |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Timothy-dilaporkan-jatuh-dari-lantai-empat-gedung-FISIP-Universitas-Udayana.jpg)