Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Berkaca Banjir September, Ini Antisipasi Pemprov Bali Hadapi Cuaca Ekstrem Saat Nataru

kesiap-siagaan menyeluruh akan menjadi salah satu kunci mengurangi risiko atau dampak bencana di Bali

Tayang:
Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Pemerintah Provinsi Bali lakukan Apel Siaga Bencana Provinsi Bali di Lapangan Renon, Selasa 2 Desember. Berkaca Banjir September, Ini Antisipasi Pemprov Bali Hadapi Cuaca Ekstrem Saat Nataru 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Bali masuk wilayah risiko tinggi hujan ekstrem saat Natal dan Tahun Baru. 

Berkaca dari musibah bencana banjir pada September 2025 lalu, Pemerintah Provinsi Bali lakukan Apel Siaga Bencana Provinsi Bali di Lapangan Renon, Selasa 2 Desember 2025. 

Apel tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Bali, Dewa Made Indra dalam rangka memastikan bahwa Bali siap, sigap, dan tangguh menghadapi berbagai ancaman bencana.  

Pada sambutannya, Indra menyadari bersama bahwa fenomena cuaca ekstrem kini terjadi semakin sering dan semakin sulit diprediksi. 

Baca juga: Bali Waspada Cuaca Ekstrem, Basarnas Siaga di Kawasan Wisata, Warga Diimbau Utamakan Keselamatan

Peristiwa banjir pada awal September lalu harus dijadikan pembelajaran kesiap-siagaan yang sangat penting. 

Saat itu curah hujan yang turun mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Bahkan ketika itu, Bali belum memasuki musim hujan. Ke depan, situasi serupa tidak mustahil bisa terulang kembali. Selain banjir, masalah lain yang juga potensi terjadi, seperti angin kencang, tanah longsor, dan juga gelombang tinggi di kawasan pesisir,” ucap, Dewa Indra. 

Lebih lanjutnya ia mengatakan, kesiap-siagaan menyeluruh akan menjadi salah satu kunci mengurangi risiko atau dampak bencana. 

Bali adalah pulau kecil dengan keindahan alam dan kekayaan budaya yang luar biasa. 

Namun juga berada pada kawasan ring of fire, yang menyimpan berbagai ancaman bencana geologi dan hidrometeorologi.

“Paling tidak risikonya bisa kita kurangi seminimal mungkin. Berbagai kegiatan mitigasi memang telah dilaksanakan. Dan banyak di antaranya saya pimpin langsung. Tetapi kesiapsiagaan tetaplah sangat penting. Terlebih puncak musim hujan diperkirakan terjadi di bulan Januari sampai dengan Februari tahun 2026,” imbuhnya. 

Presiden Prabowo Subianto juga telah memberikan instruksi melalui Menteri Dalam Negeri agar seluruh daerah, Gubernur, dan Bupati/Wali Kota untuk melakukan langkah-langkah kesiapsiagaan bencana. 

Salah satu instruksi itu adalah melakukan apel siaga bencana. 

Oleh karena itu, melalui apel siaga hari ini, Indra menegaskan kembali beberapa hal teknis. 

Pertama, seluruh komponen Pentahelix, baik instansi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, media, dan akademisi agar terus memperkuat kolaborasi.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved