TPA Suwung Tutup
DPRD Bali Tanggapi Penutupan TPA Suwung Bali, Denpasar Masih Perlu 345.833 Teba Modern
Dari data Dinas Lingkungan Hidup dan kebersihan (DLHK) Kota Denpasar dibutuhkan 345.833 teba modern atau tabung komposter.
Arianta mengatakan, awalnya TPST ini direncanakan dibuatkan oleh Bank Dunia.
“Mungkin persyaratannya terlalu ketat, jadi gagal tender. Saat ini dapat dana APBN Dipa Kementerian PU, Dirjen Cipta Karya Direktorat Sanitasi. Informasinya di tahun 2026 akan didanai Rp 150 miliar,” ujarnya.
Teknologi yang akan diterapkan di TPST ini mulai dari komposting, Refuse-Derived Fuel (RDF) dan Solid Recovered Fuel (SRF).
Dijelaskan RDF dan SRF merupakan bahan bakal alternatif dari sampah, biasanya digunakan industri, seperti pabrik semen dan pembangkit listrik sebagai pengganti batu bara.
“Untuk sampah organik akan dipilah dan dijual kembali. RDF dan SRF sedang menjajaki dengan pengepul, salah satunya perusahaan semen,” ujarnya.
Dijelaskan, sampah yang dikelola hanya sampah di Gianyar. Ia memprediksi TPST ini akan beroperasi pada 2027.
Selama proses pembangunan, TPA Temesi yang saat ini masih berstatus lahan sewa akan tetap beroperasi.
Sementara untuk pengelola TPST, akan dilakukan oleh DLH Gianyar melalui Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
“Rancangan BLUD sudah dibuat oleh DLH. Kalau jadi BLUD, dia bisa mencari mitra strategis. Namun kami tetap rekomendasikan agar yayasan yang saat ini membantu di TPA Temesi tetap digandeng, karena mereka sudah berpengalaman dan telah memiliki struktur,” ujarnya.
Arianta menilai, setelah ini berjalan, maka persoalan sampah akan tuntas di Gianyar.
“Kalau TPST jalan, permasalahan sampah dapat ditangani cukup baik di Gianyar,” ujarnya. (weg)
Kumpulan Artikel Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Dewa-Jack-dan-TPA-Suwung-ef.jpg)