Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Pro Kontra Pergeseran Tegak Nyepi, Koster: Itukan Wacana

Rencana pergeseran tegak Nyepi dari penanggal apisan sasih Kadasa menjadi Tilem Kasanga menuai pro dan kontra.

Istimewa
Gubernur Bali Wayan Koster beberapa waktu lalu. Terkait pro dan kontra pelaksaan Nyepi, Gubernur Koster memberikan tanggapan "Itu kan wacana" 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Rencana pergeseran tegak Nyepi dari penanggal apisan sasih Kadasa menjadi Tilem Kasanga menuai pro dan kontra.

Rencana ini muncul dan dibahas pertama kali dalam Pasamuhan Agung Sabha Kretha Hindu Dharma Nusantara (SKHDN) Pusat tahun 2025 yang digelar pada Selasa, 30 Desember 2025 lalu di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali.

Pasamuhan tersebut dihadiri dan dibuka oleh Gubernur Bali, Wayan Koster.

Pembahasan tersebut pun kemudian memunculkan polemik di masyarakat.

Baca juga: Gubernur Bali Koster Bagikan Tips Ngopi Agar Tak Kena Asam Lambung: Campur Arak Jadi Netral

Menanggapi hal itu, Gubernur Bali, Wayan Koster mengatakan hal itu masih di kaji.

"Itukan masih akan dikaji. Itukan wacana," kata Koster, Sabtu, 3 Januari 2026.

Terkait pengkajian tersebut, dirinya mengaku dilakukan oleh para sulinggih.

"Pengkajiannya, terserah sulinggih punya keputusan nanti," imbuh Koster.

Baca juga: POLEMIK Nyepi di Bali, Sekum PHDI Beri Data Otentik Dari Gedong Kertya Catatan Sejak Tahun 1935!

Dalam Pasamuhan, Ketua Umum Sabha Kretha Hindu Dharma Nusantara (SKHDN) Pusat, Ida Shri Bhagawan Putra Nata Nawa Wangsa Pamayun menjelaskan, sebelum tahun 1981, Nyepi dilaksanakan bertepatan dengan Tilem Kasanga.

Hal tersebut menurutnya termuat dalam beberapa lontar seperti Lontar Sundarigama, Kuttara Kanda hingga Batur Kalawasan.

Dalam lontar tersebut disebutkan jika Nyepi digelar saat panglong ping molas kresna paksa atau saat Tilem.

"Salah satu pembahasan yakni mengembalikan Nyepi seperti sebelum tahun 1981. Mengembalikan Nyepi agar kembali ke Bali ribuan tahun lalu. Sebab tahun 1981 diubah oleh PHDI provinsi Bali," ungkapnya.

Baca juga: Bukan Saat Tilem Kasanga, Nyepi Dalam Tradisi Kuno Digelar Penanggal Apisan Sasih Kadasa

Sementara untuk tawur dan pangerupukan akan digelar saat panglong catur dasi atau purwani Tilem Kasanga atau sehari sebelum Tilem.

Gubernur Bali, Wayan Koster saat itu pun menegaskan akan mendukung keputusan terkait Nyepi dari hasil pasamuhan agung ini.

Dirinya pun mendukung jika Nyepi tersebut kembali saat Tilem Kasanga.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved