Berita Bali
Apakah Benar Crypto Buat Kaya Dengan Cepat ? Tokocrypto dan DRX Token Edukasi Gen Z di Bali
Barik Hasnan mengatakan acara ini sekaligus untuk mengedukasi dan mengenal lebih dekat terkait blockchain masyarakat Bali.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Perkembangan Web3 saat ini tidak lagi hanya berfokus pada token sebagai instrumen finansial, tetapi juga pada adopsi nyata (real use case) melalui ekosistem yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Salah satu sektor yang memiliki potensi besar dalam mendorong adopsi Web3 adalah sport-tech dan gaming.
Untuk memperdalam pemahaman tersebut, acara Web3 Game On diselenggarakan dalam format diskusi panel yang menghadirkan perspektif dari project (DRX Token), komunitas, dan exchange (Tokocrypto) sebagai enabler adopsi Web3 di Indonesia yang bertempat di Kuta, Bali, Sabtu 31 Januari 2026.
Diskusi panel menghadirkan tiga narasumber, yaitu Bariq Hasnan selaku Web3 Marketing Manager DRX Token, Nathanael sebagai Business Development Tokocrypto, serta Bli Pege dari Cryptosiast Community.
Baca juga: Pasar Derivatif Kripto Nasional Kian Aktif di Penghujung 2025
Ketiganya membahas bagaimana Web3 dapat diimplementasikan secara nyata dan berkelanjutan, bukan sekadar menjadi tren spekulatif di pasar kripto.
Web3 Marketing Manager, Barik Hasnan mengatakan acara ini sekaligus untuk mengedukasi dan mengenal lebih dekat terkait blockchain masyarakat Bali.
“Karena yang kita tahu masih banyak edukasi-edukasi kurang tepat terkait blockchain ataupun terkait crypto sendiri. Karena masyarakat di Indonesia masih mayoritas mengenal crypto itu adalah blockchain padahal crypto itu adalah salah satu produknya blockchain,” jelas Bariq.
Lebih lanjutnya, ia mengatakan banyak investor muda dari usia 17-25 tahun yang menginvestasikan uang mereka ke dalam crypto.
Di sini, crypto acapkali dicap dapat membuat user kaya dalam waktu yang cepat.
Padahal, crypto bukan hanya ajang untuk menjadi kaya, namun user juga diminta untuk mengetahui apa yang ada di dalam crypto blockchain dan dapat melakukan riset secara mandiri.
“Memang benar banyak project-project atau masyarakat yang salah kaprah terkait sentiment crypto di Pasar Indonesia, mungkin kalau masukan dari kita sebagai penggiat WEB3 atau blockchain ini agar banyak-banyak mengedukasi diri sendiri. Karena banyak orang-orang salah kaprah terkait dapat kaya dengan cepat,” imbuhnya.
Sementara itu, Nathanael Ernadianto Bernardino, Business Development Tokocrypto mengungkapkan selain edukasi acara ini juga, sebagai wadah untuk user baru yang mempelajari soal crypto.
Pertemuan ini juga mempertemukan user dan project, sehingga user dapat langsung bertanya pada project.
Diharapkan melalui acara ini, user-user dapat lebih aware dengan bagaimana perkembangan industri crypto di Indonesia.
“Hari ini kita buka untuk umum dan gratis dan kapasitasnya kita buat diatas 100-150 orang dan mungkin yang hadir ada dari community, user yang tahu dari sosmed. Kebanyakan Gen Z, by data kalau tidak salah saya baca yang menggemari crypto ini para Gen Z, karena mungkin buat mereka ini mudah. Namun ada sisi negatifnya, banyak user masuk mungkin melihat dari sosmed bahwa dapat kaya instan dari crypto, atau ada yang Fomo beli token A, B, C jadinya banyak yang masuk. Di sini peran kita mengedukasi bahwa WEB3 itu banyak sekali produknya salah satunya crypto dan crypto banyak sekali tipenya. Harapannya kita dapat lebih memberikan informasi terkait industri crypto ini seperti apa, semakin banyak user crypto lebih banyak belajar soal crypto dan juga bias support local community dan project,” pungkas, Nathan.
Kumpulan Artikel Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Apakah-Benar-Crypto-Buat-Kaya-Dengan-Cepat-Tokocrypto-dan-DRX-Token-Edukasi-Gen-Z-di-Bali.jpg)