Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Guyup Rukun Selamanya di Bali, Semarak PSJB Rayakan Hari Jadinya ke-9

Sebagai wadah silahturami, komunitas ini juga berkomitmen terus menjaga nilai-nilai kebudayaan nusantara

|
Tribun Bali/Ady Sucipto
POTONG TUMPENG – Sesepuh dan Ketua Putune Syeh Jangkung Bali (PSJB) Sulhadi (kiri) dan Ruslan memotong tumpeng sebagai tanda rasa syukur atas hari jadi yang ke-9 di Gedung SPSI Bali, Jalan Gurita, Sesetan, Denpasar, Minggu (8/2/2026). Guyup Rukun Selamanya di Bali, Semarak PSJB Rayakan Hari Jadinya ke-9 

Sebagai wadah silahturami, komunitas ini juga berkomitmen terus menjaga nilai-nilai kebudayaan nusantara sekaligus mampu memberikan kontribusi positif bagi semua anggota.

Turut hadir dalam acara ultah PSJB ke-9 di antaranya dari paguyupan Pager Hijau(Jombang), Magetan (Semar), HKR (Rembang), PSJ (Yogyakara) KJB (Jepara), Segoro (Bojonegoro), Ikawangi (Banyuwangi). Turut pula mengundang kelian banjar Sesetan, Danramil Densel, Kapolsek Densel.

Berawal dari Ngopi

Sementara itu, Sulhadi salah satu sesepuh PSJB mengisahkan awal mula terbentuknya paguyuban paseduluran asal Pati di Bali.

Peristiwa itu bermula pada 2017 silam ketika memasuki bulan Ramadan. 

Bermula dari acara kumpul-kumpul ngopi ringan yang dihadiri tidak sampai 10 orang. 

Namun akhirnya terus berkembang dan makin banyak anggotanya.

Pria yang berprofesi di Korps Bhayangkara Polda Bali ini menyebutkan bahwa PSJB bukan organisasi politik dan tujuannya hanya murni sosial semata.

"Kumpulnya kalau ga salah pas bulan puasa dan sekitar beberapa orang saja. Alhamdulilah dari mulut ke mulut akhirnya kita buat paseduluran jadi kita bikin arisan kecil-kecilan," tuturnya kepada Tribun Bali.

Diakuinya dalam perjalanan PSJB tak lepas dari riak-riak berorganisasi.

" Ya biasalah ada riak-riak kecil, ada yang baik, ada yang sedikit nakal. Itu wajar. Tapi tidak ada permasalahan, semua rukun," kata perwira yang pernah bertugas di Polres Bangli ini.

Namun demikian, dia menegaskan bahwa PSJB punya nilai-nilai yang ingin terus dipupuk dan dijunjung tinggi dalam eksistensinya. Seperti menjaga rasa hormat, kepedulian dan silahturami dengan sesama.

"Paling bagus kami saling respect, misal orang sakit atau meninggal. Meski bukan anggota, kalo dia dari Pati kita hadir untuk saling bantu. Kami terus menumbuhkan simpati dan empati terhadap sesama," katanya.

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved