Berita Bali
Parta Minta Hilangkan Istilah ‘Nas Berit dan Dauh Tukad’
Namun ada oknum perantau yang tak bisa beradaptasi dengan norma yang dijunjung oleh orang Bali.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Pulau Bali selama ini bak oase di tengah gurun pasir. Bali dinilai menyediakan banyak lapangan pekerjaan.
Hal itu dikarenakan Bali merupakan salah satu destinasi pariwisata Internasional, yang banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai belahan dunia.
Karena itu, banyak masyarakat luar Bali yang datang merantau, meninggalkan kampung halaman untuk bekerja di Bali.
Namun ada oknum perantau yang tak bisa beradaptasi dengan norma yang dijunjung oleh orang Bali.
Baca juga: Penyeberangan Sanur-Nusa Penida Tembus 6.000 Per Hari
Baca juga: Dari Lahan Pertanian di Bedugul, Hadir Inovasi Pangan Sehat untuk Masyarakat Modern
Para oknum pendatang melakukan tindak criminal dan membuat keonaran. Masyarakat Bali gerah atas kelakuan oknum pendatang ini melahirkan istilah untuk para pendatang dengan ‘nas berit’ dan ‘dauh tukad’.
Anggota DPR RI, Nyoman Parta mengatakan, pihaknya memahami kegelisahan yang dirasakan masyarakat Bali atas hal-hal negatif yang ditimbulkan oleh para oknum pendatang.
Meski demikian, Parta meminta agar istilah-istilah rasisme tidak digunakan, karena dapat menimbulkan perpecahan antarwarga negara Indonesia.
Iapun meminta agar tokoh masyarakat pendatang untuk mengawasi masyarakatnya yang tengah mengadu nasib ke Bali.
Memberikan mereka pemahaman tentang Bali, agar tidak menciderai masyarakat Bali yang selama ini sangat menjaga kesucian wilayahnya.
“Siapapun boleh ke Bali, namun harus ikut menjaga dan menghormati nilai-nilai budaya dan keluhuran Bali. Saya mengajak masyarakat agar tidak menggunakan istilah rasis, itu tidak produktif,” ujarnya, Senin (16/2).
“Dan, untuk tokoh warga pendatang agar mengawasi warganya, jangan dilepas begitu saja, berikan mereka pemahaman,” tegas anggota Komisi III asal Sukawati tersebut. (weg)
| TERJERAT Ujaran Kebencian Terhadap Institusi, Brigadir Polisi AN Dipecat karena Juga Jadi Gay? |
|
|---|
| Ungkap Kasus Penembakan WNA Australia, Satreskrim Polres Badung Dapat Penghargaan Dari Polda Bali |
|
|---|
| Pegawai Pemprov Bali Masih Konsisten Terapkan WFH Setiap Jumat, Pastikan Pelayanan Tetap Berjalan |
|
|---|
| DPRD Bali Soroti Ketimpangan Fasilitas Pendidikan dan Celah Aplikasi SPMB |
|
|---|
| Pasar Wellness Bali Menggeliat, Jaringan Refleksologi Nasional Ekspansi ke Kawasan Strategis Badung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Anggota-DPR-RI-Nyoman-Parta-Minta-Hilangkan-Rasisme-Di-Bali.jpg)