Berita Bali
Sebanyak 3.500 Taksi Beroperasi di Bali, Dishub Petakan Ruas Jalan Kemacetan
Sebanyak 3.500 Taksi Beroperasi di Bali, Dishub Petakan Ruas Jalan Kemacetan
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Dinas Perhubungan Provinsi Bali beberkan sebanyak 3.500 armada taksi beroperasi di Bali. Hal ini membuat skema angkutan jalan di Bali kini berada dalam pemantauan ketat. Dishub juga memetakan ruas dan simpang yang kerap dilanda kemacetan.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Provinsi Bali, I Kadek Mudarta, mengatakan bahwa moda angkutan jalan yang beroperasi di Bali pada prinsipnya terbagi menjadi dua kategori besar, yakni angkutan barang dan angkutan orang.
Menurutnya, penyelenggaraan angkutan orang di Bali mengacu pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang menjadi payung hukum utama dalam sistem transportasi jalan secara nasional.
Baca juga: TAK DISANGKA Oknum ASN Ketut SW Nekat Lakukan ini Pada Gadis Asal Tejakula di Sekolah
"Angkutan orang terdiri atas angkutan dalam trayek dan angkutan tidak dalam trayek,” jelas Mudarta, Kamis 26 Februari 2026.
Angkutan dalam trayek meliputi Angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), Angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), angkutan perkotaan, dan angkutan perdesaan.
Sementara angkutan tidak dalam trayek mencakup taksi, angkutan dengan tujuan tertentu, angkutan pariwisata, serta angkutan kawasan tertentu.
Baca juga: Kecurigaan Komang Terjawab, Jenazah Terbungkus di Jembrana, Kini Menunggu Orangtua
Ia menambahkan, kewenangan penyelenggaraan angkutan tersebut terbagi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota. Khusus Pemerintah Provinsi Bali, memiliki kewenangan terhadap empat jenis angkutan, yaitu AKDP, taksi, Angkutan Sewa Khusus (ASK), dan Angkutan Antar Jemput Dalam Provinsi (AJDP).
Mudarta juga membeberkan tingkat kepadatan lalu lintas di Bali yang umumnya terjadi pada ruas jalan protokol di kawasan perkotaan, pariwisata, serta koridor menuju bandara dan pusat kegiatan masyarakat.
Beberapa ruas jalan yang teridentifikasi padat antara lain Jalan Hang Tuah, Jalan Teuku Umar, Jalan Imam Bonjol, Jalan Raya Kuta, Jalan Raya Kerobokan, Jalan Raya Cokroaminoto, Jalan Jimbaran–Uluwatu, Jalan WR Supratman, Jalan Gatot Subroto Tengah, Jalan Gatot Subroto Barat, Jalan By Pass Ngurah Rai, serta Jalan Mahendradatta.
Selain itu, kepadatan juga terjadi di sejumlah simpang strategis seperti Simpang KFC Sanur, Simpang Teuku Umar–Imam Bonjol, Simpang Raya Tuban–Airport, Simpang Jimbaran–Uluwatu, hingga Simpang By Pass Ngurah Rai–Pesanggaran.
Dishub Bali, kata dia, terus melakukan pemantauan lalu lintas secara berkelanjutan melalui Area Traffic Control System (ATCS) di 13 titik sepanjang Jalan By Pass Ngurah Rai serta Simpang Patung Kuda pada akses menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Pemantauan juga didukung laporan petugas lapangan dan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota serta kepolisian.
| BEM Unud Kerahkan 200 Massa Aksi Tuntutan Dialog Terbuka Bali Darurat Sampah |
|
|---|
| BEM Universitas Udayana Akan Ajukan 5 Tuntutan Aksi Bali Darurat Sampah |
|
|---|
| Harga BBM Pertamax Turbo, Dexlite dan Dex di Bali Naik, di Sejumlah SPBU Pertamax Kosong |
|
|---|
| Dharma Santi Nasional Bali Dihadiri 5.500 Orang, Prabowo Minta Maaf Melalui Virtual |
|
|---|
| Gelar Patroli Dharma Dewata, Imigrasi Denpasar Amankan 4 WNA Nigeria Melanggar Izin Tinggal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Ilustrasi-taksi-online-5.jpg)