Berita Bali
Ini Pesan Ketua Organda-Kadishub Bali Bagi Green SM dan Taksi Komotra
Dishub memberikan masukan dan saran agar peremajaan armada Komotra dilakukan dengan unit Electric Vehicle (EV) atau mobil listrik.
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Bali, I Kadek Mudarta, menyampaikan bahwa saat ini terdapat 6 koperasi dan satu badan usaha sebagai pelaku bisnis taksi di Bali salah satunya Koperasi Taksi Komotra.
Langkah peremajaan taksi yang dilakukan Komotra berkolaborasi dengan Green SM dari sisi entitas bisnis adalah sebuah upaya strategis untuk meraih keunggulan operasional, juga memberi pelayanan yang baik kepada konsumen.
Sementara dari sisi regulator adalah sebuah pelaksanaan regulasi yang ada.
"Usia kendaraan yang digunakan untuk angkutan tidak dalam trayek itu maksimum 10 tahun. Setelah itu tentu harus diremajakan secara berkala demi memberikan servis pelayanan yang baik kepada masyarakat, juga menjaga keramahan lingkungan. Itu mungkin salah satu tujuannya," ujar Kadek Mudarta.
Pihaknya berpesan kepada pelaku taksi lainnya agar dalam peremajaan armada taksi dengan kendaraan listrik menjadi bagian dari pengembangan ekosistem kendaraan ramah lingkungan di Bali.
Hal tersebut sesuai visi di bawah kepemimpinan Gubernur Bali, Wayan Koster, untuk tidak hanya mengejar kemajuan ekonomi tapi juga pelestarian lingkungan.
Dan dengan kolaborasi ini kami berusaha untuk membangun ekosistem kendaraan ramah lingkungan di Bali.
"Harapannya apa? Agar transisi ini juga berjalan dalam dukungan ekosistem yang baik. Serta tentu kami berharap ini juga menjadi ajang alih pengetahuan atau knowledge transfer bagi sumber daya manusia lokal di Bali," ucapnya.
Selain itu, pihaknya pun berpesan kepada Green SM dan Taksi Komotra agar dalam seluruh operasionalnya mengedepankan pemberdayaan sumber daya lokal Bali.
Kemudian agar selalu membekali sumber daya manusia lokal, dalam hal ini pengemudinya dengan beberapa hal.
Yang pertama tentu agar karena Bali sangat bergantung kepada pariwisata, tentu pengemudi itu harus memiliki jiwa service atau melayani yang baik.
"Sebagai daerah wisata tentu itu (jiwa service) harus dibekali. Yang kedua karena ini transportasi tentu pengemudi ini harus mengerti betul tentang aturan di jalan, aturan berlalu lintas. Nah, itu semua harus dilakukan secara kontinyu, secara berkala," ucapnya.
"Dan jika semua ini dapat dilakukan, saya yakin kolaborasi antara Green SM dengan Komotra di Bali ini bisa menjadi bagian dari langkah kita untuk memperbaiki wajah transportasi di Bali. Sekaligus juga membangun citra pariwisata Bali itu yang lebih ramah lingkungan melalui transportasi yang juga ramah lingkungan," sambung Kadek Mudarta dalam penutup sambutannya.
Laporan Indonesia Tourism Outlook 2025 mencatat adanya pergeseran berkelanjutan menuju perjalanan yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan, hal ini menegaskan relevansi mobilitas listrik dalam perencanaan pembangunan jangka panjang.
Berdasarkan proyeksi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), jumlah tenaga kerja hijau di Indonesia diperkirakan mencapai 4,8 hingga 5,3 juta orang pada 2029, mencerminkan potensi ekonomi yang luas dari sektor industri berkelanjutan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Ini-Pesan-Ketua-Organda-Kadishub-Bali-Bagi-Green-SM-dan-Taksi-Komotra.jpg)