Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Perang Timur Tengah

Imigrasi Bali Terbitkan Kebijakan ITKT dan Overstay Bagi WNA Terdampak Perang Timur Tengah

Ribuan penumpang dari Bali dengan tujuan penerbangan ke Doha, Dubai, dan Abu Dhabi mengalami pembatalan keberangkatan

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
BANDARA - Suasana area publik terminal keberangkatan internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Imigrasi Bali Terbitkan Kebijakan ITKT dan Overstay Bagi WNA Terdampak Perang Timur Tengah 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Sebanyak lima penerbangan ke wilayah Timur Tengah yakni Dubai, Doha dan Abu Dhabi dari Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dibatalkan pada Senin 2 Maret 2026. 

Pembatalan ini mengakibatkan ribuan penumpang dengan lima penerbangan ke tujuan tersebut terdampak.

Penutupan jalur udara di kawasan Timur Tengah telah berdampak signifikan pada jadwal penerbangan internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai. 

Ribuan penumpang dari Bali dengan tujuan penerbangan ke Doha, Dubai, dan Abu Dhabi mengalami pembatalan keberangkatan sejak 28 Februari 2026.

Baca juga: Imbas Konflik Timur Tengah, Waspada Harga BBM Meroket, Pertamina Jamin Pasokan Tetap Aman

Tercatat pada 28 Februari sebanyak 1.802 penumpang mengalami pembatalan keberangkatan, dilanjutkan dengan 1316 penumpang pada 1 Maret, dan sebanyak 1.308 penumpang pada 2 Maret. 

Kondisi tidak terduga ini menyebabkan para penumpang tersebut berisiko mengalami overstay (melebihi batas waktu izin tinggal atau visa yang diberikan).

Seorang penumpang Emirates, Jovan Warga Negara Asing (WNA) asal Serbia tidak terlalu bingung. Ia  mencari alternatif penerbangan lain untuk pulang ke negaranya. 

“Mereka menunda penerbangan dan menempatkan penumpang di hotel. Jadi mereka berharap kita bisa terbang besok (kemarin), tapi saya rasa itu tidak mungkin. Jadi mereka mungkin akan memperpanjang situasi ini hari demi hari sampai kita bisa terbang lagi,” kata Jovan saat diwawancarai pada Senin 2 Maret 2026.

Dengan kondisi force majeure seperti sekarang bukan masalah bagi Jovan. Ia tetap tinggal sementara waktu atau memperpanjang masa liburan di Bali

“Rencana aku tinggal di Bali (perpanjang liburan), jadi bagiku itu bukan masalah. Aku bisa tinggal di sini. Cukup cari penerbangan dan kemudian aku bisa pergi. Aku akan lihat apa yang akan kulakukan,” ungkapnya.

Ia pun bersyukur dari maskapai memberikan kompensasi satu malam menginap di hotel dan tidak akan dilewatkannya. 

“Mereka menawarkan menginap satu malam di hotel untuk saat ini. Menginap sampai besok, berharap besok dapat terbang jika masih dibatalkan saya perpanjang masa menginap di hotelnya,” kata Jovan.

Dalam update terbaru pada Selasa 3 Maret 2026, Bandara Internasional Dubai, Bandara Internasional Abu Dhabi Zayed dan Bandara Internasional Doha Hamad mengumumkan operasional penerbangan kembali dibuka secara terbatas. 

Hal ini disampaikan melalui akun instagram resmi @dubaiairport dan @zayedintlairport kurang lebih 13 jam yang lalu.

“Dubai Airports mengkonfirmasi bahwa pengoperasian terbatas akan dimulai sore ini, 2 Maret, dengan sejumlah kecil penerbangan yang diizinkan beroperasi dari Dubai International (DXB) dan Dubai World Central - Al Maktoum International (DWC),” tulis manajemen.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved